Cerita Sex, Cerita Dewasa Terbaru, Terbaik 2017

Cerita Dewasa Si Putih Abu

Cerita Dewasa Si Putih Abu – Kami menjunjung tinggi Pancasila! Kira –kira seperti itulah banyak hashtag berrmunculan dan viral di media massa. Kemudian aqu membaca juga meme. Ganti Display Picture ngaqu ngaqu Pancasila, tapi ikut upacara aja males… hihi ya seperti Aqu yg berstatus sebagai anak sekolahan sekarang ini.  aqu sekarang duduk di bangku sekolah menengah atas di salah satu kota besar yg terkenal di Pulau Jawa. Yes right putih abu-abu seragamku.  Orang orang memanggilku Deny. Wajahqu memang taklah tampan dgn tubuh biasa saja tapi aqu pintar untuk bepakaian yg stylist, beruntung juga aqu mempunyai orang tua yg bisa dikatakan berada. kemana mana aqu kalo bepergian pakai Mobil mobil keluaran terbaru..

Esexeseks.com Di sekolahku terbisa berbagai macam ekstra kurikuler yg menarik, akan tetapi yg paling menarik untuk para perempuan centil di sekolahku adalah ekstra kurikuler cheerleader, kerana untuk masuk dalam ekstra kurikuler tersebut diharuskan melewati seleksi yg suangat ketat.

Selain itu perempuan yg bisa masuk ke dalam ekstra kurikuler tersebut adalah perempuan-perempuan yg memiliki body sekseh, tampang yg cantik dan kewaBrigitaan dalam memakai pakaian super minim di depan umum, kerana para anggotanya selalu mengenakan pakaian yg sangat sekseh sewaktu mengadakan pertunjukan.

Biasanya mereka cuma mengenakan tank-top atao kemben yg dipadukan dgn rok yg sangat mini atao dgn celana ketat yg super pendek. Secara tak langsung hal ini membuat para perempuan yg bisa masuk memiliki kebanggaan tersendiri kerana berarti mereka sudah dianggap sebagai perempuan yg cantik dan sekseh.

Para anggota dari cheerleader biasanya selalu perempuan yg sangat centil dan matre. Kerana itu sangatlah mudah bagiku untuk mengajak mereka jalan dan “bermain main lendir” dgn mereka atao cuma sekedar body touch.

Memang predikat “murahan”sangat melekat dalam setiap anggota cheerleader, meskipun tak semua perempuan tersebut gampangan, dan ada juga yg memang nyatanya perempuan baik-baik dan mengikutinya kerana menyukai tari modern, meskipun jumlahnya paling cuma 2-3 orang saja.

Seperti biasanya pada tahun ini cukup banyak perempuan kelas 1 yg mau mencoba mengikuti kegiatan ekstra kurikuler ini. Dan memang pada tahun ini perempuan yg mengikutinya terlihat sekseh-sekseh dengan wajah yg mempesona.

Seluruh anggota baru ini memiliki buah dada dan bokong yg besar. Belom lagi mereka memang selalu ke sekolah dgn mengenakan pakaian ketat dan tipis dan mengenakan BH yg selalu bercolour mencolok seperti merkuno, pink, biru, kuning atao colour mencolok lainya yg menjadikan buah dada mereka terlihat dgn jelasnya oleh setiap pasang mata. Mereka juga selalu mengenakan rok yg pendeknya sekitar satu telapak tangan di atas dengkul dan sangat ketat sehingga menunjukkan bokong mereka yg besar dan menonjol.

Melihat para perawan newbe yg tersedia aqu menjadi ingin mencoba kenikmatan tubuh mereka. Ada 8 anggota baru yg masuk dari kelas 1 angkatan ini. Akan tetapi yg paling menarik perhatianku adalah Cathrine dan Jeany (anggap saja seperti itu). Kerana mereka memiliki buah dada yg besar dan bokong yg besar pula, belom lagi wajahnya yg sangat manis.

Cathrine adalah seorang perempuan keturunan Arab dgn ukuran buah dada 34B dan bokong yg padat. Perempuan ini adalah perempuan yg paling menggoda di antara para anggota baik yg baru maupun yg lama.

Jeany adalah saorang perempuan dgn buah dada yg tak terlalu besar dan itu pula dgn bokongnya bila dibanding Cathrine si seksi itu. Ukuran buah dadanyacuma 32B, tetapi bodinya sekseh dan yg paling menarik adalah wajahnya yg manis dan mempesona. Ia adalah perempuan keturunan Jawa. Aqu sangat berhasrat untuk menikmati tubuh keduanya, namun aqu belom begitu akrab dgn mereka.

Sehingga aqu meminta bantuan salah satuanggota cheerleader di angkatanku yg bernama Brigita yg sebelomnya sudah sering aqu ajak  berkencan, bahkan aqu secara teratur berhubungan dgnnya kerana memang kami berdua memilki hasrat yg sangat besar meskipun diluar itu kami juga sering melaqukanya dgn pacar kami masing-masing.

Tanpa pikir panjang aqu mengutarakanya ke Brigita dan tentu saja Brigita menyggupinya, bahkan di luar dugaan Brigita menantang aqu untuk melaqukannya sekaligus dgn mereka bertiga. Tentu saja aqu tak menyia-nyiakan kesempatan ini kerana ini memang sensani yg belom pernah aqu laqukan cuma sering aqu baygkan.

Entah dgn bujuk rayu apa yg dikatakan Brigita kepada Cathrine dan Jeany sehingga mereka berdua mau malaqukan itu. Brigita menyuruh aqu datang ke villa Brigita di puncak yg memang sudah sering kugunakan untuk menikmati tubuh Brigita padamalam minggu itu juga tetapi dgn syarat aqu tak pernah membahaskesepakatan ini dgn Cathrine dan Jeany sebelom hari itu dan aqu juga tak boleh mengatakannya kepada siapapun.

Akhirnya sampai juga hari yg sangat kunantikan. Sekitar jam 14:00 aqu segera berangkat untuk menghindari kemacetan, tapi apa boleh buataqu tetap terjebak kemacetan dan aqu sampai di villa itu jam 05:00 sore, padahal biasanya bila tak macet aqu cuma mambutuhkan 1-2 jam untuk sampai ke villa tersebut.

sesampainya di sana, aqu disambut oleh Brigita yg pada hari itu pulang terlebih dahulu dari sekolah dgn Jeany dan Cathrine dgn alasan mereka sakit. Mereka berangkat terlebih dahulu untuk menghindari macet dgn menggunakan mobil Brigita.

Di sana aqu langsung masuk ke kamar yg terletak di lantai atas, disana sudah terlihat Cathrine dan Jeany. Pada waktu itu mereka masih mengenakan seragam sekolah mereka yg ketat dan tipis, Cathrine mengenakan BH bercolour biru langit, Jeany dgn colour Hijau staibilo dan Brigita sendiri mengenakan BH bercolour merah cerah. Penampilan mereka semakin meningkatkan gairahku yg sudah lama kupendam terhadap mereka.

Tanpa basa-basi mereka langsung mendorongku ke kasur yg masih rapi dgn sprei putih. Cathrine dan Jeany langsung mendekatiku, sementara Brigita mengambil handycam dan meminta ijinku untuk merekam adegan yg akan berlangsung, dan mengatakan cuma sebagai kenang-kenangan untuk dirinya tanpa ada maksud menyebarkannya. Aqu mengiyakannya saja kerana sudah sibuk dgn Cathrine dan Jeany.

Pada waktu itu Cathrine menciumiku dgn ganasnya dan Jeany mulai menyupang leherku. Tanganku segera beraksi, aqu menggeraygi seluruh tubuh mereka berdua, terasa olehku kulit mereka yg begitu halus di paha mereka. Perlahan lahan aqu mulai membuka pakaian Cathrine dan mulai meremas kedua buah dadanya di balik BH birunya. Terasa olehku buah dadanya yg halus dan empuk, lalu aqu mulai memuntir ujung pentilnya.

Sesudah itu aqu juga membuka pakaian Jeany dan meremas buah dadanya seperti hal yang kulakukan pada Cathrine. Aqu juga mulai menjilat buah dada mereka secara bergantian dan menghisapnya tanpa membuka BH mereka.

“Azzshhh.. Azzshhh..” mereka berdua mulai mendesah waktu ujung pentil mereka kuhisap.

“Isep terus Den buah dada guwe!” kata Cathrine.

Jeany pun meminta hal yg sama kepadaqu, dan aqu semakin bersemangat menghisap ujung pentil mereka. Cathrine mulai membuka pakaian yg aqu kenakan dan Jeany membuka celana dan celana dalam-ku sehingga aqu benar-benar telanjang sekarang ini.

Cathrine dan Jeany menjilat dadaqu dan pelan-pelan mulai turun ke perut sampai akhirnya Cathrine mulai menyedot gagang kemaluanku sedangkan Jeany mulai mengulum kedua biji pelerku, terkadang Cathrine menggigitnya dari samping secara manja.

“Azzshhh,” aqu mulai mendesah kerana kenikmatan yg tiada tara.

Aqu menyuruh mereka berdua berhenti. Aqu segera meraih tangan Cathrine dan membuatnya telentang di atas kasur. Kubuka BH-nya dan mulai kulahap kedua ujung pentilnya, aqu juga mulai membuka roknya dan celana dalamnya, terlihat olehku kemaluannya yg kemerahan dgn rambut-rambut halus di sekitarnya. Aqu buat kakinya sedikit terbuka sehingga terllihat lebih jelas, aqu pun langsung menjilati rongga kemaluannya dgn ganasnya.

“Azzshhh.. Azzshhh..” tubuh Cathrine gemetar dan ia menjepit kepalaqu di antara kedua pahanya dan..

“Azzshhh, Azzshhh..” keluarlah cairan dari rongga kemaluannya dan ia mengalami puncak kenikmatannya yg pertama.

Aqu kembali mencium bibirnya dgn ganas dan melahap kedua ujung pentilnya, sembari aqu gesek-gesekkan gagang kemaluanku di atas rongga kemaluannya,

Cerita Dewasa Terbaru

“Azzshhh, Azzshhh..” tubuh Cathrine mulai kembali bergetar.

“Den Ayo masukin gagang kemaluan Lau, guwe udah nggak tahan,”

aqu mulai mengarahkan gagang kemaluanku ke rongga kemaluannya dan memasukkannya perlahan-lahan, aqu keluar-masukkan sedikit demi sedikit sampai akhirnya,

“Blessh,” dan

“Auukkchh.. ahhhs..” Cathrine berteriak keras sekali kerana kesakitan.

Kudiamkan gagang kemaluanku di dalam rongga kemaluannya sebentar dan mulai aqu goygkan pelan-pelan. Lama-lama Cathrine mulai terlihat menikmati permainan ini sembari terus mendesah,

“Azzshhh.. Azzshhh..”

Aqu pun berganti gaya dgn Cathrine di atas, tanpa disuruh Cathrine mulai memompa naik-turun gagang kemaluanku dgn semangat, Esexeseks.com  aqu pun menggerakkan bokongku naik-turun sehingga terdengar bunyi

“Cleb..cleb..” yg cukup keras pada waktu gagang kemaluanku masuk ke ronggakemaluannya dgn full-nya.

“Azzshhh, Azzshhh, Azzshhh..” Cathrine mendesah-desah sembari tangannya meremas-remas buah dadanya sendiri.

Sekitar 7 menit kemudian Cathrine kembali meminta posisi kembali dibawah. Aqu menyetubuhinya dgn sangat bernafsu, dan sektar 6 menitkemudian,

“Azzshhh, Azzshhh.. guwe mau keluar Den..”

“Tahan sedikit! guwe juga..” kataqu. Kupercepat gerakanku dan akhirnya,

“Akhh.. Azzshhh..” Cathrine keluar duluan, dan tak lama kemudian aqu semakin mempercepat gerakanku, aqu bertanya,

“Gyy, mau di luar apa di dalem?”

“Di dalem aja,” jawabnya. Dan,

“Crott.. crott..” aqu ejaqulasi di dalam rongga kemaluannya.

Aqu berpelukkan sewaktu dgn Cathrine dan melap keringat di sekujur tubuhnya dgn tanganku, Cathrine terlihat sangat kelelahan. Tapi tiba-tiba Jeany membuatku telentang di atas kasur, dgn ganasnya ia mulai membersihkan sisa sperma yg ada di ujung gagang kemaluanku, dan terus menghisapnya dgn ganasnya.

Tak lama kemudian gagang kemaluanku kembali bangun dan siap tempur, staminaqu tiba-tiba kembali pulih dan nafsuku kembali menggebu. Aqu segera meremas bokong Jeany dan menelanjangi dia, sekitar 7 menit aqu habiskan untuk merangsang dia, dgn cara menghisap buah dadanya dan meremas-remasnya, aqu juga menjilat klitorisnya.

Terlihat dari wajahnya dia sangat menikmatinya dan sesekali mendesah kerana foreplay yg kulaqukan.

“Masukkin kontol Lau dong Den! masa cuman bigini aja, guwe udah nggak tahan..”

Aqu menyuruhnya berpegangan ke pinggir tempat tidur dgn posisi seperti mau merangkak. Aqu mau melaqukan doggy style. Dia melaqukannya dgn cepat, dan terlihat dua bongkah bokong yg mulus.

Aqu mengusap keringat yg ada di kedua bokong tersebut dan meremas-remasnya. Aqu pun mulai mengarahkan gagang kemaluanku ke rongga kemaluannya, dan aqu masukkan sedikit, aqu pegang dgn kuat keduapahanya, dan secara tiba-tiba

“Bless..” aqu memasukkannya secaramendadak dan langsung seluruhnya,

“Akhh.. akhh..” Jeany berteriak dgn sangat keras kerana selaput daranya robek mendadak. Ia meronta-ronta tetapi gagang kemaluanku tetap di dalam ronggakemaluannya, kerana pahanya sudah aqu tahan dgn kuat.

Tak lama kemudian Jeany mulai tenang, dan aqu mulai menggerakkan gagang kemaluanku maju-mundur secara pelan-pelan. Tak beberapa lama kemudian terlihat Jeany mulai menikmatinya, aqu pun semakin mempercepat gerakanku.

“Azzshhh, Azzshhh, Azzshhh..” Jeany mulai mendesah nikmat, terlihat olehku dari kaca besar di dinding bahwa wajahnya mulai menikmati gagang kemaluanku.

Aqu juga melihat adegan yg sering kulihat di film-film saru dari kaca besar tersebut. Semakin lama aqu semakin mempercepat gerakkan maju-mundurku, dan Jeany pun mulai merespon dgn menggerakkan bokongnya maju-mundur berlawanan arah dgn apa yg aqu laqukan, sehingga gagang kemaluanku keluar-masuk dgn cepat dan sangat keras, “Bless, bless..” aqu dan Jeany sangat menikmatinya.

Sesudah melaqukan doggy style selama kurang lebih sepuluh menit, aqu mengganti gaya. Jeany tiduran menghadap kesamping sementara aqu berlutut dan meletakkan paha kiri Jeany di atas pahaqu sehingga Jeany bisa melihat keluar-masuknya gagang kemaluanku ke dalam rongga kemaluannya.

“Azzshhh, Azzshhh, Azzshhh,” Jeany terus mendesah selama aqu setubuhi. Tak lama kemudian,

“Azzshhh,” Jeany mengalami puncak kenikmatannya yg pertama,

“Azzshhh,” ia terus mendesah, terasa cairan hangat mengalir dari ronggakemaluannya sehingga memperlicin gerakan gagang kemaluanku.

Aqu terus menyetubuhinya. Jeany meminta untuk berganti gaya dgn gaya konvensional, yakni dgn ia berada di bawah. Aqu menurutinya dan terus menyetubuhinya. Sekitar 4 menit kemudian,

“Azzshhh, Azzshhh.. Den guwe udah mau keluar lagi..”

“Tahan sebentar! guwe juga,” kataqu. Kupercepat gerakanku dan,

“Azzshhh, Azzshhh..” aqu ejaqulasi di dalam ronggakemaluan Jeany, dan Jeany pun mengalami puncak kenikmatannya secara bersamaan.

“Azzshhh, Azzshhh..” Jeany mendesah panjang, dan aqu pun mengeluarkan gagang kemaluanku.

Tapi Brigita yg sejak tadi diam langsung menghisap gagang kemaluanku dan membuka pakaiannya. Sesudah agak lama aqu kembali “on”, aqu kembali bernafsu dan menelanjangi Brigita dgn ganasnya.

Kuhisap buah dadanya dgn ganas dan kugigit lehernya sampai terlihat merah-merah. Tanpa membuang waktu aqu langsung memasukkan gagang kemaluanku dan mulai menyetubuhinya dgn kedua pahanya di atas kedua pundakku.

“Azzshhh, Azzshhh,” Brigita terus mendesah dan terasa olehku rongga kemaluannya sudah basah, mungkin ia dari tadi sudah terangsang. Rupanya kamera yg tadi ia pegang sudah diambil alih oleh Cathrine untuk merekam semua kegiatan kami berdua.

Sesudah 6 menit menyetubuhi Brigita, aqu mengganti gaya, kusuruh Brigita berpegangan di kusen pintu dan melingkarkan kedua kakinya dipinggangku. Aqu kembali memasukkan gagang kemaluanku ke dalam rongga kemaluannya dan mulai menyetubuhinya kembali.

“Azzshhh, Azzshhh,” Brigita terus mendesah, sementara itu aqu menopang punggungnya dgn kedua tanganku dan menghisap kedua paayudaranya selama menyetubuhinya.

“Azzshhh, Azzshhh,” Brigita terus mendesah, dan sesudah menyetubuhinya selama 15 menit,

“Den, guwe mau keluar,” dan..

“Azzshhh, Azzshhh,” Brigita mendesah panjang dan mengeluarkan cairan kewaBrigitaannya dari dalam rongga kemaluannya.

Ia tak sanggup meneruskan gaya tersebut, ia memilih melaqukan doggy style. Sesudah 5 menit melaqukannya, ia kembali mengalami puncak kenikmatan yg kedua, sementara aqu terus menggenjotnya. Tak lama kemudian aqu juga mau keluar,

“Put, mao dimana?” tanyaqu.

“Di mulut guwe saja!”

Ia langsung menghisap gagang kemaluanku sembari mengurut-ngurut gagang kemaluanku dgn jarinya dan

“Azzshhh..” aqu keluarkan semua spermaqu dimulutnya dan ia menelan seluruhnya. Ia terus menghisap gagangkemaluanku hingga bersih dari sisa sperma.

Kami semua kelelahan dan tertidur sebentar. Waktu bangun, aqu kembali bernafsu kerana melihat 3 tubuh sekseh tergeletak. Aqu mulai kembali merangsang mereka dan mereka juga mulai merangsang diriku.

Tubuh mereka kembali menegang dan aqu pun mulai tambah bernafsu. Mereka bertiga berposisi seperti akan malaqukan doggy style. Brigita berada paling depan, Jeany di belakangnya, dan Cathrine berada di belakang Jeany,

Sedangkanaqu berada paling belakang dan mulai menyetubuhi Cathrine dari belakang, sedangkan Cathrine menjilat rongga kemaluan Jeany, dan Jeany menjilatrongga kemaluan Brigita, sehingga semua bisa menikmati kenikmatan duniawi.

“Azzshhh, Azzshhh,” terdengar mereka bertiga mendesah dan suara gagang kemaluanku sewaktu memesuki rongga kemaluan Cathrine yg basah.

Sekitar 10 menit kemudian Brigita mengalami puncak kenikmatan disusul dgn Jeany. Tinggallah aqu dan Cathrine meneruskan permainan kami. Tapi tak lama kemudian,

“Azzshhh, Azzshhh,” Cathrine pun mengalami puncak kenikmatan, ia merasa kesakitan pada rongga kemaluannya. Tapi kerana aqu berum mengalami ejaqulasi,

Jeany berinisiatif dgn menggosokkan kedua buah dadanya dgn baby oil sehingga terlihat mengkilat gagang kemaluanku dijepit di tengah kedua buah dadanya dan aqubergerak maju-mundur dgn cepatnya.

Sekitar 5 menit aqu mau mengeluarkan spermaqu dan,

“Crott.. crott..”spermaqu keluar di wajah Jeany tapi Brigita segera memasukkan gagang kemaluanku ke mulutnya dan menelan seluruh spermaqu meski agak terlambat kerana sudah ada yg mengenai wajah dan rambut Jeany.

Malam itu kami menginap di villa itu, pada pagi harinya kami melaqukannya lagi sampai 6 kali. Sungguh pengalaman ini sangat mengesankan dan terkadang sampai sekarang kami masih sering meneruskannya, meskipun berganti orang.

Same category