Cerita Sex, Cerita Dewasa Terbaru, Terbaik 2017

Cerita Ngentot Hot Sex

Cerita Ngentot Hot Sex – TJerita Dewasa Terbaroe, Bagi yg pengin kenal lebih dekat dan berpetoealang dgn aqoe, toelis email saja. Aqoe akan beroesaha segera membalasnya. TJerita sex terbaroe, Hari Kamis adalah hari yg paling melelahkan bagikoe ketika semester lima, bagaimana tak, hari itoe aqoe ada tiga mata koeliah, doea yg pertama moelai jam 9 sampai jam tiga dan yg terakhir moelai jam lima sampai jam 7 malam, beloem lagi kalaoe ada toegas bisa lebih lama deh. Ketika itoe aqoe baroe menyerahkan toegas diskoesi kelompok sekitar jam 7 lebih. Waktoe aqoe dan kawan sekelompokkoe, si Demas selesai, di kelas masih tersisa enam orang dan Pak Poejo, sang dosen.

Cerita Ngentot Terbaru

TJerita Mesoem Terbaroe, Demas poelang berjalan kaki karena kostnya sangat dekat dgn kampoes. Sebenarnya kalaoe menemanikoe dia haroes memoetar agak jaoeh dari jalan keloear yg menoejoe ke kostnya, moengkin dia ingin memperlihatkan naloeri prianya dgn menemanikoe ke tempat parkir yg koerang penerangan itoe. Dia adalah kawan seangkatankoe dan pernah terlibat one night stand dgnkoe. Orangnya sih loemayan tjakep dgn ramboet agak gondrong dan selaloe memakai pakaian bermerek ke kampoes, joega terkenal sebagai boeaya kampoes.

Malam itoe hanya tinggal beberapa kendaraan saja di tempat parkir itoe. Terdengar boenyi sirine pendek saat koetekan remote mobilkoe. Aqoepoen memboeka pintoe mobil dan berpamitan padanya. Ketika aqoe menoetoep pintoe, tiba-tiba aqoe dikejoetkan oleh Demas yg memboeka pintoe sebelah dan ikoet masoek ke mobilkoe.

“Eeii.. maoe ngapain kamoe?” tanyaqoe sambil meronta karena Demas mentjoba mendekapkoe.
“Ayo dong TJitra, kita kan soedah lama nggak melaqoekan hoeboengan badan nih, aqoe kangen sama kehangatan kamoe” katanya sambil menangkap tangankoe.
“Ihh.. nggak maoe ah, aqoe tjapek nih, lagian kita masih di tempat parkir gila!” tolakkoe sambil beroesaha lepas.

Karena kalah tenaga dia makin mendesakkoe hingga mepet ke pintoe mobil dan tangan satoenya berhasil meraih boeah dadaqoe laloe meremasnya.

“Demas.. jangan.. nggak mmhh!” dipotongnya kata-kataqoe dgn meloemat bibirkoe.

Jantoengkoe berdetak makin kentjang, apalagi Demas menyingkap kaos hitam ketatkoe yg tak berlengan dan tangannya moelai meneloesoep ke balik BH-koe. Nafsoekoe terpantjing, berangsoer-angsoer rontaankoe poen melemah. Rangsangannya dgn menjilat dan menggigit pelan bibir bawahkoe memaksaqoe memboeka moeloet sehingga lidahnya langsoeng menerobos masoek dan menyapoe telak rongga moeloetkoe, maoe tak maoe lidahkoe joega ikoet bermain dgn lidahnya. Nafaskoe makin memboeroe ketika dia menoeroenkan tjoep BH koe dan moelai memilin-milin poetingkoe yg kemerahan. Teringat kembali ketika aqoe ML dgnnya di kostnya doeloe. Kini aqoe moelai menerima perlaqoeannya, tangankoe koelingkarkan pada lehernya dan membalas tjioemannya dgn penoeh gairah. Kira-kira setelah lima menitan kami ber-Frentjh kiss, dia melepaskan moeloetnya dan mengangkat kakikoe dari jok kemoedi memboeat posisi toeboehkoe memanjang ke jok sebelah. Hari itoe aqoe memakai bawahan beroepa rok dari bahan jeans 5 tjm diatas loetoet, jadi begitoe dia memboeka kakikoe, langsoeng terlihat olehnya pahaqoe yg poetih moeloes dan tjelana dalam pink-koe.

“Kamoe tambah nafsoein aja TJitra, aqoe soedah tegangan tinggi nih” katanya sambil menaroeh tangannya dipahaqoe dan moelai mengeloesnya.

Ketika eloesannya sampai di pangkal paha, diremasnya daerah itoe dari loear tjelana dalamkoe sehingga aqoe merintih dan menggeliat. Reaksikoe memboeat Demas makin bernafsoe, jari-jarinya moelai menyoesoep ke pinggiran tjelana dalamkoe dan bergerak seperti oelar di permoekaannya yg berboeloe. Mataqoe terpedam sambil mendesah nikmat saat jarinya menyentoeh klistoriskoe. Kemoedian gigitan pelan pada pahaqoe, aqoe memboeka mata dan melihatnya menoendoekkan badan mentjioemi pahaqoe. Jilatan itoe teroes merambat dan semakin jelas toejoeannya, pangkal pahaqoe. Dia makin mendekatkan wajahnya ke sana sambil menaikkan sedikit demi sedikit rokkoe.

“.. oohh..” rasanya seperti tersengat waktoe lidahnya menyentoeh bibir kemaloeanqoe, tangan kanannya menahan tjelana dalamkoe yg disibakkan ke samping sementara tangan kirinya menjelajahi boeah dadaqoe yg telah terboeka.

Aqoe telah lepas kontrol, yg bisa koelaqoekan hanya mendesah dan menggeliat, loepa bahwa ini tempat yg koerang tepat, goygan mobil ini pasti terlihat oleh orang di loear sana. Namoen nafsoe memboeat kami terlambat menyadari semoeanya. Di tengah gelombang birahi ini, tiba-tiba kami dikejoetkan oleh sorotan senter beserta gedoran pada jendela di belakangkoe. Boekan main terkejoetnya aqoe ketika menengok ke belakang dan melihat doea orang satpam sampai kepalaqoe kejedoek jendela, begitoe joega Demas, dia langsoeng tersentak bangoen dari selangkangankoe. Satoe dari mereka menggedor lagi dan menyoeroeh kami toeroen dari mobil. Tadinya aqoe maoe kaboer, tapi sepertinya soedah tak keboeroe, lagian taqoetnya kalaoe mereka mengejar dan memanggil yg lain akan semakin terbongkar skandal ini, maka kamipoen memilih toeroen membitjarakan masalah ini baik-baik dgn mereka setelah boeroe-boeroe koerapikan kembali pakaiankoe.
Mereka menoedoeh kami melaqoekan perboeatan mesoem di areal kampoes dan haroes dilaporkan. Tentoe saja kami tak menginginkan hal itoe terjadi sehingga terjadi perdebatan dan tawar-menawar di antara kami. Kemoedian yg agak gemoek dan berkoemis membisikkan sesoeatoe pada kawannya, entah apa yg dibisikkan laloe kedoeanya moelai tjengengesan melihat ke arahkoe. Kawannya yg tinggi dan beroemoer 40-an itoe laloe berkata,

“Gini saja, bagaimana kalaoe kita pinjam sebentar perempoean kamoe boeat biaya toetoep moeloet?”

Hoeh, dasar pikirkoe semoea laki-laki sama saja pikirannya tak jaoeh dari lendir, dasar otak selankangan. Roepanya dalam hal ini Demas tjoekoep gentleman joega, walaoepoen dia boekan patjarkoe, tapi dia tetap membelaqoe dgn menawarkan sejoemlah oeang dan berbitjara agak keras pada mereka. Di tengah sitoeasi yg moelai memanas itoe aqoepoen majoe memegangi tangan Demas yg soedah terkepal kentjang.

“Soedahlah Mid, nggak oesah boeang-boeang doeit sama tenaga, biar aqoe saja yg beresin” kataqoe
“Ok, bapak-bapak aqoe toeroeti kemaoean kalian tapi sesoedahnya jangan tjoba oengkit-oengkit lagi masalah ini!”

Walaoepoen Demas keberatan dgn kepoetoesankoe, namoen dia maoe tak maoe menyerah joega. Aqoe sendiri meskipoen kesal tapi joega menginginkannya oentoek menoentaskan libidokoe yg tanggoeng tadi, lagipoela bermain dgn orang-orang seperti mereka boekan pertama kalinya bagikoe. Singkat tjerita kamipoen digiring mereka ke gedoeng psikologi yg soedah sepi dan gelap, di oejoeng koridor kami disoeroeh masoek ke soeatoe roeangan yg adalah toilet pria. Salah seorang menekan sakelar hingga lampoe menyala, tjoekoep bersih joega dibanding toilet pria di faqoeltas lainnya pikirkoe.

“Nah, sekarang kamoe berdiri di pojok sana, perhatiin baik-baik kita ngerjain perempoean kamoe!” perintah yg tinggi itoe pada Demas.

Di soedoet lain mereka berdiri di sebelah kanan dan kirikoe menatapi toeboehkoe dalam pakaian ketat itoe. Sorot mata mereka memboeatkoe nervooes dan jantoengkoe berdetak lebih tjepat, kakikoe serasa lemas bak kehilangan pijakan sehingga aqoe menyandarkan poenggoengkoe ke tembok.

Cerita Ngentot 2017

Kini aqoe dapat melihat nama-nama mereka yg tertera di atas kantong dadanya. Yg tinggi dan beroesia sekitar pertengahan 40 itoe namanya Somat, dan kawannya yg berkoemis itoe bernama Hendratno. Pak Somat mengeloesi pipikoe sambil menyeringai mesoem.

“Hehehe.. tjantik, moeloes.. wah beroentoeng banget kita malam ini!” katanya
“Kenalan doeloe dong non, namanya siapa sih?” tanya Pak Hendratno sambil menyalami tangankoe dan membelainya dari telapak hingga pangkalnya, otomatis boeloe-boeloekoe merinding dan darahkoe berdesir dieloes seperti itoe.
“TJitra” jawabkoe dgn agak bergetar.
“Wah TJitra yah, nama yg indah kaya orangnya, pasti dalemnya joega indah” Pak Somat menimpali dan disamboet gelak tawa mereka.
“Non TJitra tjioem aqoe dong, boleh kan?” pinta Pak Hendratno memajoekan wajahnya

Aqoe tahoe itoe boekan permintaan tapi keharoesan, maka koeberikan satoe ketjoepan pada wajahnya yg tak tampan itoe.

“Ahh..non TJitra ini di mobil lebih berani masak di sini tjoema ngetjoep aja sih, gini dong haroesnya” Kata Pak Somat seraya menarik wajahkoe dan meloemat bibirkoe.

Aqoe memejamkan mata mentjoba meresapinya, dia makin ganas mentjioemikoe ditambah lagi tangannya soedah moelai meremas-remas boeah dadaqoe dari loear. Lidahnya masoek bertemoe lidahkoe, saling menjilat dan berpilin, bara birahi yg sempat padam kini moelai terbakar lagi, bahkan lebih dahsyat daripada sebeloemnya. Aqoe makin berani dan memeloek Pak Somat, esexeseks.com ramboetnya koeremas sehingga topi satpamnya terjatoeh. Sementara dibawah sana koerasakan seboeah tangan yg kasar meraba pahaqoe. Aqoe memboeka mata dan melihatnya, disana Pak Hendratno moelai menyingkap rokkoe dan merabai pahaqoe.

Pak Somat melepas tjioemannya dan beralih ke sasaran berikoetnya, dadaqoe. Kaos ketatkoe disingkapnya sehingga terlihatlah boeah dadaqoe yg masih terboengkoes BH pink, itoepoen joega langsoeng ditoeroenkan.

“Wow teteknya montok banget non, poetih lagi” komentarnya sambil meremas boeah dada kanankoe yg pas di tangannya.

Pak Hendratno joega langsoeng kesengsem dgn boeah dadaqoe, dgn gemas dia meloemat yg kiri. Mereka kini semakin liar menggeraygikoe. Poetingkoe makin mengeras karena teroes dipentjet-pentjet dan dipelintir Pak Somat sambil mentjoepangi leher jenjangkoe, dia melaqoekannya tjoekoep lemboet dibandingkan Pak Hendratno yg memperlaqoekan boeah dada kirikoe dgn kasar, dia menyedot koeat-koeat dan kadang disertai gigitan sehingga aqoe sering merintih kalaoe gigitannya keras. Namoen perpadoean antara kasar dan lemboet ini joestroe menimboelkan sensasi yg khas.

Tak koesadari rokkoe soedah terangkat sehingga angin malam menerpa koelit pahaqoe, tjelana dalamkoe poen tersingkap dgn jelas. Pak Hendratno menyelipkan tangannya ke balik tjelana dalamkoe sehingga tjelana dalamkoe kelihatan menggemboeng. Tangan Pak Somat yg lainnya mengeloesi belakang pahaqoe hingga pantatkoe. Nafaskoe makin memboeroe, aqoe hanya memejamkan mata dan mengeloearkan desahan-desahan menggoda. Aqoe merasakan kemaloeanqoe semakin basah saja karena gesekan-gesekan dari jari Pak Hendratno, bahkan soeatoe ketika aqoe sempat tersentak pelan ketika doea jarinya menemoekan laloe mentjoebit pelan biji klitoriskoe. Reaksikoe ini memboeat mereka semakin bergairah. Pak Hendratno meraih tangan kirikoe dan menoentoennya ke kemaloeannya yg entah kapan dia keloearkan.

“Waw..keras banget, mana diamaternya lebar lagi” kataqoe dalam hati
“bisa mati orgasme nih aqoe”

Aqoe mengotjoknya perlahan sesoeai perintahnya, semakin koekotjok benda itoe makin membengkak saja.

Pak Hendratno menarik tangannya keloear dari tjelana dalamkoe, jari-jarinya basah oleh tjairan kemaloeanqoe yg langsoeng dijilatinya seperti menjilat madoe. Kemoedian aqoe disoeroeh berdiri menghadap tembok dan menoenggingkan pantatkoe pada mereka, koesandarkan kedoea tangankoe di tembok oentoek menygga toeboehkoe.

“Asyik nih, malam ini kita bisa ngerasain pantat si non yg poetih moeloes ini” tjeloteh Pak Hendratno sambil meremasi bongkahan pantatkoe yg sekal.

Aqoe menoleh ke belakang melihat dia moelai menoeroenkan tjelana dalamkoe, disoeroehnya aqoe mengangkat kaki kiri agar bisa meloloskan tjelana dalam. Akhirnya pantatkoe yg soedah telanjang menoengging dgn tjelana dalamkoe masih menggantoeng di kaki kanan.

“Pak masoekin sekarang dong” pintaqoe yg soedah tak sabar marasakan batang-batang besar itoe menjejali kemaloeanqoe.
“Sabar non, bentar lagi, bapak soeka banget nih sama kemaloean non, wangi sih!” kata Pak Hendratno yg sedang menjilati kemaloeanqoe yg terawat baik.

Pak Hendratno mendorong kemaloeannya pada kemaloeanqoe, walaoepoen soedah betjek oleh lendirkoe dan loedahnya, aqoe masih merasa nyeri karena kemaloeannya yg tebal tak sebanding oekoerannya dgn liang senggamaqoe. Aqoe merintih kesakitan merasakan kemaloean itoe melesak hingga amblas seloeroehnya. Tanpa memberikoe waktoe beradaptasi, dia langsoeng menyodok-nyodokkan kemaloeannya dgn ketjepatan yg semakin lama semakin tinggi. Pak Somat sejak posisikoe ditoenggingkan masih betah berjongkok diantara tembok dan toeboehkoe sambil mengenyot dan meremas boeah dadaqoe yg tergantoeng persis anak sapi yg sedang menyoesoe dari indoeknya. Pak Hendratno teroes menggenjotkoe dari belakang sambil sesekali tangannya menampar pantatkoe dan meninggalkan bertjak merah di koelitnya yg poetih. Genjotannya semakin mambawaqoe ke poentjak birahi hingga aqoepoen tak dapat menahan erangan panjang yg bersamaan dgn mengejangnya toeboehkoe.

Tak sampai lima menit dia poen moelai menyoesoel, kemaloeannya yg terasa makin besar dan berdenyoet-denyoet menggesek makin tjepat pada kemaloeanqoe yg soedah litjin oleh tjairan orgasme.

“Ooohh.. oohh.. di dalam yah non.. soedah maoe nih” boejoeknya dgn teroes mendesah
“Ahh.. iyahh.. di dalam aja.. ahh” jawabkoe terengah-engah di tengah sisa-sisa orgasme panjang baroesan.

Akhirnya diiringi erangan nikmat dia hentikan genjotannya dgn kemaloean menantjap hingga pangkalnya pada kemaloeanqoe, tangannya meremas erat-erat pinggoelkoe. Terasa olehkoe tjairan hangat itoe mengalir memenoehi rahimkoe, dia baroe melepaskannya setelah semprotannya selesai. Toeboehkoe moengkin soedah ambroek kalaoe saja mereka tak menygganya koehimpoen kembali tenaga dan nafaskoe yg tertjerai-berai. Setelah mereka melepaskan pegangannya, aqoe langsoeng bersandar pada tembok dan merosot hingga terdoedoek di lantai. Koeseka dahikoe yg berkeringat dan menghimpoen kembali tenaga dan nafaskoe yg tertjerai-berai, kedoea pahaqoe mengangkang dan kemaloeanqoe belepotan tjairan poetih seperti soesoe kental manis.

tjerita dewasa 2016, tjerita dewasa terbaroe, tjerita dewasa, tjerita mesoem 2016, tjerita mesoem terbaroe, tjerita mesoem,

“Hehehe..liat nih, air air mani aqoe ada di dalam kemaloean wanita kamoe” kata Pak Hendratno pada Demas sambil membentangkan bibir kemaloeanqoe dgn jarinya, seolah ingin memamerkan tjairan air maninya pada Demas yg mereka kira patjarkoe. esexeseks.com
Opps..omong-omong tentang Demas, aqoe hampir saja meloepakannya karena terlaloe siboek melayani kedoea satpam ini, ternyata sejak tadi dia menikmati liveshow ini di soedoet roeangan sambil mengotjok-ngotjok kemaloeannya sendiri. Kasihan joega dia pikirkoe tjoema bisa melihat tapi tak boleh menikmati, dasar boeaya sih, begitoe pikirkoe. Sekarang, esexeseks.com Pak Hendratno menarik ramboetkoe dan menyoeroehkoe berloetoet dan membersihkan kemaloeannya, Pak Somat yg soedah memboeka tjelananya joega berdiri di sebelahkoe menyoeroehkoe mengotjok kemaloeannya.

Hhmm..nikmat sekali rasanya menjilati kemaloeannya yg berloemoeran tjairan kewanitaankoe yg bertjampoer dgn air mani itoe, koesapoekan lidahkoe ke seloeroeh permoekaannya hingga bersih mengkilap, setelah itoe joega koeemoet-emoet daerah helmnya sambil tetap mengotjok milik Pak Somat dgn tangankoe. Aqoe melirik ke atas melihat reaksinya yg menggeram nikmat waktoe koegelikitik loebang kentjingnya dgn lidahkoe.

“Hei, soedah dong aqoe joega maoe disepongin sama si non ini” potong Pak Somat ketika aqoe masih asyik memain-mainkan kemaloean Pak Hendratno.

Pak Somat meraih kepalaqoe dan dibawanya ke kemaloeannya yg langsoeng dijejali ke moeloetkoe. Miliknya memang tak sebesar Pak Hendratno, tapi aqoe soeka dgn bentoeknya lebih beroerat dan lebih keras, oekoerannya poen pas dimoeloetkoe yg moengil karena tak setebal Pak Hendratno, tapi tetap saja tak bisa masoek seloeroehnya ke moeloet karena tjoekoep panjang. Aqoe mengeloearkan segala teknik menyepongkoe moelai dari mengoeloemnya hingga mengisap koeat-koeat sampai orangnya bergetar hebat dan menekan kepalaqoe lebih dalam lagi. Waktoe sedang enak-enak menyepong, tiba-tiba Demas mengerang, memantjingkoe menggerakkan mata padanya yg sedang orgasme swalayan, air maninya moentjrat bertjetjeran di lantai. Pasti dia soedah horny banget melihat adegan-adegan panaskoe.

Merasa tjoekoep dgn pelayanan moeloetkoe, Pak Somat mengangkat toeboehkoe hingga berdiri, laloe dihimpitnya toeboehkoe ke tembok dgn toeboehnya, kaki kanankoe diangkat sampai ke pinggangnya. Dari bawah aqoe merasakan kemaloeannya melesak ke dalamkoe, maka moelailah dia mengadoek-adoek kemaloeanqoe dalam posisi berdiri. Beroelang-oelang benda itoe keloear-masoek pada kemaloeanqoe, yg paling koesoeka adalah saat-saat ketika hentakan toeboeh kami berlawanan arah, sehingga kemaloeannya menghoejam kemaloeanqoe lebih dalam, apalagi kalaoe dgn tenaga penoeh, kalaoe soedah begitoe woeihh.. seperti terbang ke soerga tingkat toejoeh rasanya, aqoe hanya bisa mengekspresikannya dgn menjerit sejadi-jadinya dan mempererat peloekankoe, oentoeng gedoeng ini soedah kosong, kalaoe tak bisa berabe nih. Sementara moeloetnya teroes meloemat leher, moeloet, dan telingaqoe, tanganya joega menjelajahi boeah dada, pantat, dan pahaqoe. Gelombang orgasme kini moelai melandaqoe lagi, terasa sekali darahkoe bergolak, aqoepoen kembali menggelinjang dalam peloekannya. Saat itoe dia sedang meloemat bibirkoe sehingga yg keloear dari moeloetkoe hanya erangan-erangan tertahan, air loedah belepotan di sekitar moeloet kami. Di soedoet lain aqoe melihat Pak Hendratno sedang beristirahat sambil merokok dan mengobrol dgn Demas.

Pak Somat demikian bersemangatnya menyetoeboehikoe, bahkan ketika aqoe orgasmepoen dia boekannya berhenti ataoe paling tak memberikoe istirahat tapi malah makin kentjang. Kakikoe yg satoe diangkatnya sehingga aqoe tak lagi berpijak di tanah disangga kedoea tangan kekar itoe. Toesoekan-toesoekannya terasa makin dalam saja memboeat toeboehkoe makin tertekan ke tembok. Soenggoeh kagoem aqoe diboeatnya karena dia masih mampoe menggenjotkoe selama hampir setengah jam bahkan dgn intensitas genjotan yg stabil dan beloem menoenjoekkan tanda-tanda akan klimaks. Sesaat kemoedian dia menghentikan genjotannya, dgn kemaloean tetap menantjap di kemaloeanqoe, dia bawa toeboehkoe yg masih digendongnya ke arah kloset. Disana baroelah dia toeroenkan aqoe, laloe dia sendiri doedoek di atas toetoep kloset.

“Hoeh..tjapek non, ayo sekarang gantian non yg goyg dong” perintahnya

Aqoepoen dgn senang hati menoeroetinya, dalam posisi seperti ini aqoe dapat lebih mendominasi permainan dgn goygan-goygan maoetkoe. Tanpa disoeroeh lagi aqoe menoeroenkan pantatkoe di pangkoeannya, koeraih kemaloean yg soedah litjin itoe dan koetoentoen memasoeki kemaloeanqoe. Setelah mendoedoeki kemaloeannya, aqoe terlebih dahoeloe melepaskan bajoe dan bra-koe yg masih menggantoeng soepaya lebih lega, soalnya badankoe soedah panas dan bemandikan keringat, yg masih tersisa di toeboehkoe hanya rokkoe yg soedah tersingkap hingga pinggang dan sepasang sepatoe hak di kakikoe. Aqoe menggoygkan toeboehkoe dgn gentjar dgn gerakan naik-toeroen, sesekali aqoe melaqoekan gerakan melioek sehingga Pak Somat mengerang karena kemaloeannya terasa diplintir. Kedoea tangannya meremasi boeah dadaqoe dari belakang, moeloetnya joega aktif mentjoepangi poendak dan leherkoe.

Tiba-tiba aqoe dikejoetkan oleh tangan besar yg menjambak ramboetkoe dan mendongakkan wajahkoe ke atas. Dari atas wajah Pak Hendratno mendekat dan langsoeng meloemat bibirkoe. Demas yg soedah tidah bertjelana joega mendekatikoe, sepertinya dia soedah mendapat ijin oentoek bergaboeng, dia menarik tangankoe dan menggenggamkannya pada batang kemaloeannya.

“Mmpphh.. mmhh!” desahkoe ditengah keroyokan ketiga orang itoe.
Toilet yg sempit itoe menjadi penoeh sesak sehingga oedara terasa makin panas dan pengap.
“Ayo dong TJitra.. emoet, sepongan kamoe kan mantep banget”

Demas menyodorkan kemaloeannya kemoeloetkoe yg langsoeng koesamboet dgn koeloeman dan jilatankoe, aqoe merasakan aroma air mani pada benda itoe, lidahkoe teroes menjelajah ke kepala kemaloeannya dimana masih tersisa sedikit tjairan itoe, koepakai oejoeng lidah oentoek menyeroepoet tjairan yg tertinggal di loebang kentjingnya. Ini tentoe saja memboeat Demas blingsatan sambil meremas-remas ramboetkoe. Aqoe melaqoekannya sambil teroes bergoyg di pangkoean Pak Somat dan mengotjok kemaloeannya Pak Hendratno, siboek sekali aqoe diboeatnya.

Sesaat kemoedian kemaloeannya makin membesar dan berdenyoek-denyoet, laloe dia menepoek poenggoengkoe dan menyoeroehkoe toeroen dari pangkoeannya. Benar joega doegaankoe, ternyata dia ingin melepaskan maninya di moeloetkoe. Sekarang dgn posisi berloetoet aqoe memainkan lidahkoe pada kemaloeannya, dia moelai merem-melek dan menggoemam tak jelas. Seseorang menarik pinggangkoe dari belakang memboeat posisikoe merangkak, aqoe tak tahoe siapa karena kepalaqoe dipegangi Pak Somat sehingga tak bisa menengok belakang. Orang itoe mendorongkan kemaloeannya ke kemaloeanqoe dan moelai menggoygnya perlahan. Kalaoe dirasakan dari oekoerannya sih sepertinya si Demas karena yg ini oekoerannya pas dan tak menyesakkan seperti milik Pak Hendratno. Ketika sedang enak-enaknya menikmati genjotan Demas kemaloean di moeloetkoe moelai bergetar

“Aahhkk.. aqoe maoe keloear.. non” Pak Somat kelabakan sambil menjambaki ramboetkoe dan
“tjreett..tjreett,”

beberapa kali semprotan menerpa menerpa langit-langit moeloetkoe, sebagian masoek ke tenggorokan, sebagian lainnya meleleh di pinggir bibirkoe karena banyaknya sehingga aqoe tak sanggoep menampoengnya lagi.

Kisah Mesoem Terbaroe, Aqoe teroes menghisapnya koeat-koeat memboeatnya berkelejotan dan mendesah tak karoean, sesoedah semprotannya berhenti aqoe melepaskannya dan menjilati tjairan yg masih tersisa di batangnya. Dgn klimaksnya Pak Somat, aqoe bisa lebih berkonsentrasi pada serangan Demas yg semakin mengganas. Tangannya merayap ke bawah menggeraygi boeah dadaqoe. Demas sangat pandai mengkombinasikan serangan haloes dan keras, sehingga aqoe diboeatnya melayg-layg. Gelombang orgasme soedah diambang batas, aqoe merasa soedah maoe sampai, namoen Demas menyoeroehkoe bertahan sebentar agar bisa keloear bersama. Sampai akhirnya dia meremas pantatkoe erat-erat dan memberitahoekoe akan segera keloear, perasaan yg koetahan-tahan itoe poen koetjoerahkan joega. Kami orgasme bersamaan dan dia menoempahkannya di dalamkoe. Kemaloeanqoe serasa banjir oleh tjairannya yg hangat dan kental itoe, air mani yg tak tertampoeng meleleh keloear di daerah selangakangankoe.

Kisah dewasa Terbaroe, Aqoe langsoeng terkoelai lemas di lantai dgn toeboeh bersimbah peloeh, oentoeng lantainya kering sehingga tak begitoe jorok oentoek berbaring di sana. Kemaloeanqoe rasanya panas sekali setelah bergesekan selama itoe, dgn 3 matjam kemaloean lagi. Loetoetkoe joega terasa pegal karena dari tadi bertoempoe di lantai. Setelah merasa tjoekoep tenaga, aqoe beroesaha bangkit dibantoe Demas. Dgn langkah gontai aqoe menoejoe wastafel oentoek membasoeh wajahkoe, laloe koeambil sisir dari taskoe oentoek
membetoelkan ramboetkoe yg soedah koesoet. Aqoe memoengoeti pakaiankoe yg berserakan dan memakainya kembali. Kami bersiap meninggalkan tempat itoe. TJerpenSex

“Lain kali kalaoe melaqoekan hoeboengan badan hati-hati, kalaoe ketangkap kan haroes bagi-bagi” begitoe kata Pak Somat sebagai salam perpisahan disertai tepoekan pada pantatkoe.
“TJitra.. TJitra.. sori dong, kamoe marah ya!” kata Demas yg mengikoetikoe dari belakang dalam perjalanankoe menoejoe tempat parkir.

Dgn tjoeeknya aqoe teroes berjalan dan menepis tangannya ketika menangkap lengankoe, dia jadi tambah bingoeng dan memohon teroes. Setelah memboeka pintoe mobil baroelah aqoe membalikkan badankoe dan memberi seboeah ketjoepan di pipinya seraya berkata

“Aqoe nggak marah kok, malah enjoy banget, lain kali kita tjoba yg lebih gila yah, see yooe, good night”
Kisah Sex Terbaroe, Demas hanya bisa terbengong di tengah lapangan parkir itoe menyaksikan mobilkoe yg makin menjaoeh darinya.
tjerita,sex,seks,dewasa,mesoem,bokep,ngentot,hot,sange,telanjang,panas,syoer,lesby,gay,homo,boegil,telanjang,tante,bispak,kontol,memek,kemaloean,lendir,onani,mastoerbasi,anal,kimtjil,xxx,bondage,perkosaan,tjaboel,skandal

Same category