Cerita Sex, Cerita Dewasa Terbaru, Terbaik 2017

Cerita Sex Nyata Si Istri Seksi

Cerita Sex Nyata Si Istri Seksi – Cerita Sex Terbaru, Cerita Sex, Cerita Sex 2017, Cerita Sex 2018, Cerita Sex Terbaik, Cerita Sex Nyata, Namanya Herlina, pernikahannya berlangsoeng seperti normalnya orang menikah. Sampai soeatoe waktoe, Herlina menemoekan beberapa gambar PSK di HP Swaminya… sehingga ia bertanya dallem hati. apa yg boleh dia laqoekan soepaya Swaminya tak lagi perloe jajan? Maybe saran kakak iparnya boleh ditjoba.

Cerita Seks Terbaru, Herlina memberikan HP kepada kakak iparnya oentoek memperlihatkan gambar-gambar yg diambilnya dari HP Swaminya, Jhony. Meridha, kakak ipar Herlina, menyandarkan poenggoeng ke koersi salon yg didoedoekinya sembari memboeka satoe per satoe gambar-gambar itoe. Di tjermin terlihat pantoelan wajah Herlina yg tjemberoet.

“Oo,” goemam Meridha tanpa ekspresi,

“Beginian. Dasar Jhony. Penyakit lama, nih”.

Cerita Sexual Terbaru, Herlina sedikit kesal melihat kakak iparnya—merangkap pemilik salon tempat mereka berdoea ngobrol—‘biasa saja’ melihat gambar-gambar wanita lain yg memboeat Herlina dan Jhony bertengkar doea hari laloe. Waktoe itoe Herlina makin marah ketika Jhony mengaqoei bahwa wanita-wanita itoe PSK.

“Penyakit lama, Kak Meridha? Apa dari doeloe Mas Jhony memang soeka jajan?”

“Emmm…” goemam Meridha sembari mengambil sebatang rokok dari boengkoesnya yg ada di meja,

“Iya sih. Lho kamoe kok malah baroe tahoe. Gimana. Kamoe kan Isterinya.”

Cerita Seksual Terbaru, Herlina maloe sendiri. Namoen dia memang tak boleh disalahkan, kerana pernikahannya dgn Jhony baroe berjalan setahoen, dan sebelomnya mereka berdoea tak pernah patjaran. Kedoeanya memang dijodohkan oleh orang toea masing-masing yg meroepakan rekanan bisnis, dan sekarang mereka sama-sama disiapkan jadi peneroes oesaha keloearga besar mereka. Herlina dan Jhony soedah kenal sedari ketjil, namoen mereka baroe moelai saling mengakrabkan diri sesoedah menikah. Satoe yg Herlina tahoe, keloearga Jhony memang longgar dallem mendidik anak-anaknya. Jadi seharoesnya dia tak heran kalo Jhony ketahoean poenya kebiasaan boeroek seperti itoe. Sama saja dgn kakak Jhony, Meridha. Meridha yg sekarang beroesia 30-an tadinya malah disiapkan oentoek dijodohkan dgn seorang sodara Herlina, namoen kerana terbiasa bergaoel sangat bebas, Meridha dihamili kawannya waktoe koeliah dan terpaksa dinikahkan—dan selanjoetnya dioesir kerana bikin maloe keloearganya.

“Teroes gimana nih?” Meridha bitjara sembari menjepit rokok yg baroe dinyalakan dgn bibirnya yg tersapoet lipstik merah jamboe tebal.

“Kamoe oedah doea hari tidak ngomong sama Jhony. Apa maoe teroes-teroesan? Ah, namoen kamoe kan anak baik. Pasti kamoe mikirin keloearga besar kita. Gak enak sama mereka kalo sampai… berpisah.”

“Tidak!” jerit Herlina.

“Jhony emang salah sih, namoen Kak, aqoe tidak niat berpisah sama dia. Aqoe oedah moelai belajar sayg dia Kak. Dan aqoe joega baroe tahoe kebiasaan dia yg ini. Makanya aqoe datang minta saran Kak Meridha, gimana baiknya aqoe hadapi masalah ini. Kak Meridha kan lebih kenal Jhony,” soeara Herlina mengetjil kerana maloe,

“…lagian aqoe tidak maoe nyoesahin orang toea kita semoea.”

Cerita Dewasa Terbaru, Baik banget ini anak, pikir Meridha. Hanya saat itoe joega Meridha merasa dapat satoe lagi alasan yg boleh dia kasih kalo ada orang tanya pendapat dia tentang menikah tanpa patjaran. Herlina, yg tak pernah patjaran dgn Jhony, terkejoet waktoe kebiasaan boeroek Jhony ketahoean sekarang. Kalo Herlina patjaran doeloe sama Jhony, pastinya mereka boleh lebih saling ngerti, ato boleh poetoes tanpa repot kalo memang Herlina tidak soeka. Meridha mengisap rokoknya dallem-dallem, laloe menyemboerkan asap dari moeloet. Herlina menghindar sembari mengipas-ngipas di depan wajah. Kakak iparnya itoe soedah merokok sedari SMA, dan kadang-kadang Herlina mengira Meridha selaloe bermake-oep tebal (seperti saat mereka ngobrol sekarang) oentoek menoetoepi penoeaan dini di wajahnya yg soedah belasan tahoen kena asap rokok. Meridha memang tak pernah tampil tanpa riasan lengkap, ramboet tertata, dan pakaian mentjolok; tak hanya sedari dia memboeka salon, namoen sedari dia remaja. Herlina melihat Meridha seperti berpikir sembari merokok, laloe membetoelkan tali satjkdressnya yg melorot dari bahoe. Satjkdress hitam sedikit transparan itoe gagal memboeat bra merah yg ada di bawahnya tak kelihatan. Meridha laloe menaroeh rokoknya di asbak, tersenyoem, berdiri, laloe mendekati Herlina.

“Kalo menoeroetkoe sih begini saja…”

 

………………………………

 

“KOK GITOE SIH TJARANYA???” Herlina tak boleh menahan voloeme soearanya sesoedah mendengar saran Meridha sampai habis. Yg memberi saran dgn santainya mengambil lagi rokok yg tadi ditinggal laloe meneroeskan menyedot batang rokok.

“Terserah kamoe sih. Sarankoe ya gitoe. Kalo mengingat sifatnya Jhony sih koepikir tjara itoe mempan. Kalo kamoe maoe tjoba tanya orang lain, silakan.”

“…” Herlina diam saja.

“Kalo kamoe maoe, aqoe siap bantoe. Greetong alias gratis,” kata Meridha, sembari nyengir.

“Boekan hanya sekali, namoen seteroesnya joega boleh. Hitoeng-hitoeng balas boedi sama kalian yg oedah bantoe aqoe selama ini.”

“…Sebentar. Aqoe pikir-pikir doeloe,” bisik Herlina, menimbang-nimbang.

Cerita Mesum Terbaru, Ternyata dia perloe waktoe lama sekali boeat menimbang-nimbang. Berkali-kali dilihatnya lagi gambar-gambar yg diambilnya dari HP Jhony.

“Mas, aqoe maoe bitjara sama kamoe nanti malam.” SMS itoe Herlina kirim ke HP Jhony.

Jhony, yg soedah oering-oeringan sedari bertengkar dgn Herlina sesoedah ‘gambar-gambar kenangan’nya ketahoean, menarik nafas lega di kantor.

Menjelang sore.

Cerita Bokep Terbaru, Sesoedah memastikan jalanan di loear kosong, Herlina langsoeng keloear dari salon Meridha dan setjepatnya menoejoe roemah besar di sebelahnya. Roemah itoe roemah Jhony dan Herlina; Meridha tinggal dan boeka oesaha di sebelah roemah mereka berdoea. Sewaktoe maoe memboeka psoepaya roemahnya sendiri, Herlina kalang-kaboet ketika melihat kendaraan Mertjedes-Benz hitam moentjoel di oejoeng jalan. Namoen dia sempat masoek ke roemah sebelom Mertjy itoe lewat. Mertjy itoe tak berhenti di roemahnya, kerana memang itoe kendaraan orang lain; kendaraan mewah itoe berhenti di depan salon Meridha. Dari balik pintoe sopirnya keloear seorang lelaki, yg lantas mengoentji Mertjy itoe, laloe masoeklah dia ke salon Meridha. Semoea itoe tak sempat diperhatikan Herlina. Herlina sendiri soedah tjoekoep lega kerana tak kepergok siapapoen dallem perjalanan yg hanya beberapa meter saja dari tempat kakak iparnya.

“Aqoe poelang kira-kira sejam lagi.” SMS dari Jhony masoek ke HP Herlina.

Cerita Hot Terbaru, Herlina doedoek sendirian di dallem kamar di depan tjermin. Normalnya dia bakal melihat rona wajahnya sendiri beroebah merah kerana perasaannya yg tjampoer adoek, namoen kali ini sedikit soesah bagi dia. Roemah itoe baroe terisi mereka berdoea, Jhony dan Herlina, yg menikah tahoen laloe. Belom ada anak. Selama ini kehidoepan mereka lantjar-lantjar saja. Herlina ‘si anak baik’ menerima saja ketika orang toeanya dan orang toea Jhony memoetoeskan perjodohan mereka. Jhony joega boekan Swami brengsek. Setidaknya sampai belangnya ketahoean beberapa hari laloe. Hanya saja Herlina sering merasa Jhony seperti bosan dgn dirinya.

Cerita Ngentot Terbaru, Herlina masih moeda. Jhony lebih toea sedikit. Sesoedah loeloes koeliah kedoeanya dijodohkan dan tak lama sesoedahnya menikah. Karier mereka berdoea terjamin kerana mereka berdoea akan meneroeskan oesaha yg dirintis orang toea-orang toea mereka, dan mereka sama-sama sedang bekerja di sana, hanya di bagian yg berbeda. Herlina poenya banyak waktoe loeang dan boleh bekerja di roemah, sedangkan Jhony banyak bepergian keliling kota dan kadang-kadang ke daerah. Sebenarnya Jhony tak boleh dibilang roegi dijodohkan dgn Herlina, yg berwajah loemayan menarik. Meridha, yg soedah kenal doeloean dgn Herlina sebelom Herlina mengenal Jhony, pernah bilang dia iri dgn toeboeh Herlina yg lebih sintal daripada toeboehnya sendiri. Namoen kalo kedoeanya berjejer, orang bakal lebih banyak yg menengok ke arah Meridha daripada Herlina, esexeseks.com kerana Meridha selaloe tampil ‘meriah’ dgn dandanan tjenderoeng menor dan pakaian seksi, sementara Herlina selaloe terlihat polos dan biasa berpakaian konservatif. Herlina masih tak pertjaya kenapa akhirnya dia setoejoe mentjoba saran Meridha. Namoen, pikirnya, ditjoba sajalah… tak ada salahnya.

***

Jhony menyetir poelang membawa oleh-oleh koee tjoklat oentoek Isterinya yg dia kira masih ngambek, namoen soedah beritikad baik mengajak berdamai. Dia sadar, dia sendiri salah. Soedah kawin kok masih doyan jajan. Namoen, yah, kebiasaan lama soesah loentoer. Dan ada hal-hal yg dia kira tak bakal dia dapat dari Herlina. Boenyi SMS datang di antara boenyi radio kendaraan. Pesan dari seorang wanita yg gambarnya sampai tadi pagi ada di HP Jhony. Sekarang semoea gambar itoe soedah hilang dari HP Jhony (namoen pindah ke tempat-tempat lain, tentoe saja). Dan Jhony tak menanggapi ajakan dallem SMS itoe.

“Jangan doeloe deh”, pikir Jhony.

***

Herlina mendengar boenyi kendaraan Jhony dan sesoedahnya boenyi pintoe roemah diboeka. Dia menenangkan diri, mengoelang lagi semoea yg maoe dia laqoekan (atas saran Meridha), dan bersiap-siap. Tangannya dingin. Berjam-jam soedah dia habiskan oentoek persiapan dgn dibantoe Meridha tadi. Dallem hati dia beroesaha membenarkan pilihannya dgn mengatakan, maybe ini memang perloe, demi kami berdoea, dan demi keloearga. Namoen dallem hatinya berkali-kali terselip rasa penasaran. Dia ingin tahoe, bagaimana jadinya nanti. Bagaimana kira-kira reaksi Jhony. Bagaimana kira-kira reaksi dia sendiri.

“Soedah waktoenya.” pikirnya

***

Jhony melongo di pintoe, memelototi Herlina yg berdiri di depannya. Malam itoe, Herlina beroebah. Herlina yg sederhana dan terkesan baik-baik sedang tak hadir. Sebagai gantinya…Herlina tampil beda. Dia memakai gaoen mini ketat berbahan satin berwarna hitam yg panjangnya tak sampai menoetoepi setengah pahanya, sehingga memperlihatkan stotjking jala hitam yg memboengkoes kedoea kakinya sampai beroejoeng ke sepasang stiletto hak tinggi. Di atas pinggang, gaoen mini itoe mendesak sepasang payoedara Herlina sampai nyaris toempah ke loear, sementara poendaknya terboeka. Kebetoelan warna koelit Herlina tjoklat moeda. Boekan poetih ato koening ato sawo matang, namoen warna di antaranya. Itoe joega yg memboeat lapisan bedak yg memboeat wajahnya lebih poetih terkesan lebih kentara, kerana kontras antara warna wajah dan badan. Ketika Herlina berkedip, tampak rona biroe moeda di kelopak matanya, di bawah alis yg dibentoek dan dipertegas. Kedipannya joega menoenjoekkan boeloe mata palsoe yg menempel di kedoea mata. Pipinya bersemoe merah, namoen kerana polesan.

“Kok bengong aja, Mas? Kamoe soeka yg kayak gini, kan?”

Kata-kata itoe meloentjoer dgn nada menantang dari sepasang bibir Herlina yg kali ini tak telanjang. Biasanya Herlina paling-paling hanya memakai lip gloss, namoen malam itoe mata Jhony tak boleh lepas dari bibir Herlina yg tampak lebih penoeh dan sensoeal. Merah, mengilap, menantang. Seperti itoelah saran Meridha oentoek Herlina.

“If yooe tjan’t beat ‘em, join ‘em.” Meridha kenal benar dgn Jhony. Adiknya itoe tak boleh dibilang ganteng, malah tampangnya terhitoeng pas-pasan. Maka itoe sedari doeloe Jhony selaloe koerang moejoer dallem pertjintaan; biarpoen dia anak pengoesaha, tetap saja jarang ada wanita yg maoe dgnnya. Jadi dia terbiasa lewat jalan pintas dgn jajan. Dan seleranya jadi terbentoek ke arah penampilan ‘khas’ wanita-wanita penjaja tjinta: dandanan seksi namoen terkesan moerahan. Wanita-wanita matjam itoelah yg gambarnya Herlina tewajahn di HP Jhony.

“Herlina… kamoe… ini maksoednya…?”

Melihat Jhony bengong saja, Herlina mengingat-ingat lagi apa kata Meridha mengenai bagaimana dia haroes bersikap. Jadi dia segera majoe mendekati Jhony dan menarik dasi Jhony. Jhony melihat Isterinya menatap tajam matanya, sembari mentjioem baoe parfoem yg loemayan keras. “Kenapa? Gak seneng kalo aqoe kayak gini?”

Jhony kewalahan, taqoet salah ngomong di depan Isterinya yg entah kesambet apa sampai mendadak makeover jadi seperti WP langganannya. Dia hanya boleh menjawab pelan-pelan.

“Boekan… boekan gitoe… namoen kamoe… Aqoe… tidak…”

Herlina tambah sewot. Maksoednya apa itoe? Apa dia malah gak soeka aqoe jadi seperti ini? Melihat wajah Jhony yg tambah panik, Herlina memberanikan diri oentoek agresif. Dipepetnya Jhony ke tembok, sembari masih memegang pangkal dasi Jhony—seperti siap maoe mentjekik. Jhony lebih besar dari Herlina, namoen saat itoe seperti tak poenya kekoeatan oentoek melawan Herlina. Sementara tangan kanannya siap memboeat Jhony soesah bernafas, tangan kiri Herlina mentjari-tjari bagian toeboeh Jhony yg paling joejoer.

Toeh, kan… pikir Herlina. Dia merasakan kemaloean Jhony mengeras di balik tjelana.

Herlina meremas pelir Jhony.

“Masih maoe bohong?” katanya sengit.

“Aqoe oedah tahoe. Kamoe paling soeka ngelihat wanita dandan sampe kelihatan moerahan kayak gini kan? Itoe kan alasannya kamoe masih teroes aja jajan di loear biarpoen kamoe oedah poenya aqoe kan?”

Jhony maoe menjawab, sekaligoes merasa sedikit nyeri di bijinya yg ada di tjengkeraman Herlina. Herlina soedah kelihatan marah sekarang. Namoen Jhony tak boleh menygkal bahwa dia terangsang melihat Herlina berani tampil seperti itoe. Hanya dia tak berani bilang.

“Gak oesah nygkal,” desis Herlina.

“Aqoe oedah tahoe seperti apa kamoe sebenarnya, Mas. Namoen aqoe gak senang kalo kamoe gak teroes terang aja. Aqoe kan Isteri Mas Jhony? Apa soesahnya sih ngasih taoe aqoe apa yg kamoe soeka?”

“Habisnya…” Jhony meringis.

“…ya, koepikir dibilangin joega kamoe ga bakal maoe…”

“Jadi kamoe ga nanya doeloe, nygka aqoe ga maoe, makanya kamoe milih ngentot sama lonte? Gitoe? Apa ga pernah kepikiran kalo aqoe boleh aja maoe ngikoetin kemaoean Mas?”

Jhony menoendoek, tak berani bitjara. Pada saat yg sama, dia tambah terangsang mendengar Herlina berani ngomong jorok seperti itoe. Tambah sempit saja tjelananya terasa. Herlina joega merasakan itoe.

“Toeh, yg di bawah sitoe oedah ngaqoe,” sindir Herlina.

“Bilang aja kalo soeka, Mas. Joejoer aja.”

“Eh… i… iya… kamoe… em… tjantik?” Jhony merasa salah ngomong, namoen tak tahoe yg benarnya seperti apa.

“TJih. Kaya’ gini yg dianggap tjantik? Seleramoe payah amat, Mas,” maki Herlina, walaoepoen dallem hati ketjilnya dia senang joega dipoeji seperti itoe.

“Namoen daripada kamoe gak maoe berhenti jajan…” Soedah waktoenya, pikir Herlina. Lanjoet…

“…mending koekasih aja.”

Didorongnya Jhony ke sofa roeang depan sampai Jhony terdoedoek. Dgn tak sabaran Herlina langsoeng naik ke pangkoean Jhony dan memaksa mentjioem bibir Jhony. Jhony awalnya kelabakan, namoen langsoeng menyerah pada desakan Herlina. Hampir 10 menit bibir mereka bertempoer, lidah mereka saling serang. Boeat Herlina sendiri, perloe kekoeatan tekad sangat besar oentoek boleh berpenampilan dan bersikap seperti saat itoe. Seoemoer hidoep belom pernah dia seagresif itoe, jadi dia deg-degan sendiri waktoe akhirnya berani bitjara keras di wajah Jhony. Namoen itoe baroe awalnya saa. Dia soedah berniat maoe habis-habolehn malam itoe, dan meyakinkan Jhony oentoek seteroesnya bahwa dia tak maoe lagi Jhony main-main di loear. Artinya, dia sendiri haroes melaqoekan semoeanya soepaya Jhony tak lagi poenya alasan. Tangan kiri Herlina memboeka kantjing dan resleting tjelana Jhony. Herlina belom pernah melaqoekan seks oral dgn Jhony sebelomnya, kerana Jhony tak pernah minta, dan Herlina sendiri koerang inisiatif. Namoen malam itoe Herlina tak ragoe-ragoe dan tak menoenggoe Jhony.

Sesoedah penis Jhony yg soedah mengeras terbebas dari tjelana, Herlina langsoeng menggarapnya. Jilat dan sedot. Jhony terpana melihat bibir merah Herlina naik-toeroen mengeloes anoenya. Boekan pertama kali dia disepong; wanita-wanita langganannya lebih kenal dgn rasa kemaloean Jhony daripada Herlina. Kerana itoe joega Jhony moelai boleh tenang lagi, menghilangkan terkejoet sembari memikirkan apa yg sedang terjadi. Sembari menjilati ereksi Jhony, Herlina teroes menahan rasa maloe dan segan. Dia soedah tak merasa jadi diri sendiri sedari pertama kali Meridha selesai mempermak habis penampilannya dan dia melihat sendiri wajahnya di tjermin. Wajah wanita bermake-oep tebal yg asing itoe terlihat norak sekaligoes menggoda. Herlina sempat terpikir bahwa itoe soedah berlebihan, namoen dia mentjoba menerima saja hasil karya Meridha di wajahnya.

Wanita di tjermin itoe tak terlihat seperti dia, namoen itoe memang dia. Pakaian yg dipinjamkan Meridha poen tak mentjerminkan kepribadiannya yg biasa, namoen Herlina diam saja. Biarpoen haroes menahan maloe, dia haroes mentjoba doeloe. Demi Jhony. Demi dia sendiri…Berhoeboeng Herlina baroe pertama kali mempraktekkan fellatio, aksinya masih tjanggoeng. Dia tak tahoe apakah Jhony soeka ato tak. Dia berhenti laloe melirik ke arah wajah Jhony. Jhony soedah merasa pegang kendali. Satoe hal yg tak diCeritakan Meridha ke Herlina, kerana Meridha sendiri tak tahoe: kalo bersetoeboeh dgn wanita bayaran, Jhony terbiasa dominan dan tjenderoeng meletjehkan lawan mainnya. Itoe joega salah satoe alasan Jhony ragoe-ragoe meminta Herlina mengikoeti kemaoeannya. Jhony tak yakin Isterinya bakal maoe, dan koeatir kalo Herlina tahoe apa kesoekaannya, masalah boleh moentjoel. Beda kalo dgn PSK; dia tinggal bayar lebih soepaya mereka maoe meladeni permintaannya, ato tjari wanita lain yg maoe. Sekarang ternyata Herlina sendiri memberi sinyal bahwa sebenarnya dia maoe mengikoeti kemaoean Jhony. Dan Jhony moelai sadar bahwa joestroe itoelah yg dia toenggoe-toenggoe.

“Kok berhenti?” kata Jhony, dgn nada tegas.

“OEdahan, nih?”

Sekarang gantian Herlina yg terkejoet. Dia menganggap apa yg dia laqoekan itoe sematjam akting, role-playing, bermain peran. Dia tak menygka Jhony bakal setjepat itoe mengerti dan ikoet ‘bermain’. Gara-gara salah perhitoengan itoe, perannya boeyar. Dia merasa konyol kerana bengong sementara bibirnya masih di sepoetar boeroeng Jhony.

Cerita Sex 2018

“Jangan dipaksain kalo emang gak boleh,” kata Jhony, moelai yakin bahwa dia soedah membalik keadaan. “Namoen kamoe sendiri yg ‘masang’. Ya oedah. Sekalian.”

Herlina melihat sekilas Jhony nyengir jahat laloe merasakan kedoea tangan Jhony mentjengkeram kedoea sisi kepalanya. Sebelom Herlina sempat bitjara, Jhony berdiri, laloe dgn gentjar memaksa kepala Herlina bergerak majoe-moendoer menyervis anoenya. Herlina kelabakan sendiri, dan hanya boleh mengeloearkan boenyi-boenyi tak jelas selagi moeloetnya beroebah jadi alat mastoerbasi Jhony. Jhony memoetar toeboeh sembari menarik Herlina sehingga sekarang Herlina membelakangi sofa. Laloe Jhony menoendoekkan badan sehingga kepala Herlina terdorong sampai berbantalkan jok sofa. Sesoedah dallem posisi itoe, Jhony langsoeng menggerakkan pinggoelnya membabi-boeta, penisnya mengadoek-adoek seisi moeloet Herlina yg tak boleh apa-apa selain menerima. Beberapa genjotan kemoedian, Jhony melengoeh keras dan moentjrat di dallem moeloet Herlina. Sesoedah ejaqoelasi, Jhony keloear dari moeloet Herlina. Herlina terbatoek, beroesaha mengeloearkan mani Jhony dari dallem moeloetnya. Jhony melihat itoe dan langsoeng menghardik.

“Heh. Siapa soeroeh moentahin? Telan.” Herlina yg masih terkejoet tak sempat berpikir apa-apa lagi, setjara refleks dikoetinya perintah Jhony.

Herlina memalingkan wajah selagi menelan. Dia beroesaha bangoen, sementara Jhony berdiri mengangkang di atas badannya. Herlina beringsoet ke sofa. Jhony tersenyoem penoeh kemenangan sembari memboeka dasinya. Dilihatnya Herlina meringkoek di sofa. Sekarang Isterinya itoe terlihat ketaqoetan. Memang. Herlina seperti baroe melepaskan anjing galak dari ikatan, dan sekarang anjing galak itoe malah mengantjamnya.

Ganti Jhony yg mendesak Herlina di sofa. Kedoea tangan Jhony memegangi kedoea poendak Herlina sementara toeboehnya merapat ke toeboeh Herlina. Dilihatnya lagi wajah Herlina yg sedang main poera-poera jadi soendal itoe. Walaoe ada yg tjemong sedikit gara-gara wajahnya tadi digagahi, bibir Herlina masih merah, maskaranya belom loentoer, bedaknya masih ketebalan. Topeng wanita moerahan-nya masih ada. Hanya ekspresinya memang beroebah; kalo tadi ekspresi PSK tjari mangsa, sekarang tampang PSK kena razia. Namoen Jhony yg moelai menikmati peroebahan Isterinya tak maoe membiarkan Herlina balik lagi seperti yg doeloe. Jhony terpikir oentoek bersikap gentleman dgn langsoeng melepas Herlina, meminta Herlina menghapoes semoea rias wajahnya dan ganti bajoe biasa, laloe meminta maaf dan kembali bersikap mesra. Namoen Jhony tak maoe boeroe-boeroe melepas kesempatan. Moempoeng Isterinya lagi ingin bergaya binal, kenapa tak dimanfaatkan sepoeasnya?

“Mestinya dari doeloe kamoe begini,” kata Jhony di depan wajah Herlina, “Namoen kalo oedah soesah-soesah dandan kayak gini, jangan setengah-setengah dong! Teroesin aja.” Herlina seperti beroesaha meraih wajahnya—maksoednya maoe minta frentjh kiss dari Jhony, namoen Jhony berkelit. Dia belom loepa tadi habis memboeang apa di moeloet Herlina. Selagi Herlina ketjewa, Jhony menyerang sasaran lain. Diboeatnya leher, poendak, dan bagian atas payoedara Herlina berbekas tjoepang merah. Laloe diangkatnya oejoeng bawah gaoen mini Herlina. Di sitoe Jhony mendapati Herlina tak pakai tjelana dallem.

“Niat banget, ya? Sengaja ga pake TJD?” goda Jhony.

“Ato sedari tadi kamoe oedah gak tahan jadi self servitje doeloe?” Yg digoda memboeang wajah kerana maloe.

Dgn leloeasa Jhony melalap selangkangan Isterinya. Hingga malam itoe kehidoepan seks Herlina dan Jhony relatif monoton; mereka biasanya hanya berhoeboengan seks biasa, sekadar bermesraan, petting, setoeboeh dgn posisi normal, tak banyak variasi. Herlina tak mempermasalahkan; Jhony merasa koerang namoen tak maoe bilang ke Herlina dan memilih melampiaskannya di loear. Jadinya, ya, baroe kali itoe joega Herlina menikmati memeknya dimakan Jhony. Sensasinya langsoeng memboeat Herlina mendesah-desah keenakan sembari menjepit kepala Jhony dgn kedoea pahanya. Herlina sampai loepa terpikir oentoek membalas perlaqoean Jhony tadi dgn tindakan yg sama, berhoeboeng posisinya sekarang kebalikan yg tadi. Jhony berkali-kali menyenggol G-spot Herlina dgn lidahnya.

“Mmmhhh…. Aaa!!Mass Jhonymm!!”

Kisah Sex Terbaru, Herlina terengah-engah kerana kenikmatan melanda badannya. Tangannya gemetaran, moeloetnya menganga. Namoen tiba-tiba Jhony berhenti dan berdiri.

“Yahh??” Herlina merengek ketjewa. Jhony menatapnya dgn pandangan lapar… dan iseng. Bagaimana kalo kita main-main doeloe… pikir Jhony.

“Mas Jhony… teroesin dong…” pinta Herlina. Jhony tjoeek.

“Gak maoe.”

“Mas Braamm…”

Kisah Seks Terbaru, Jhony majoe. Tangannya memegang tangan Herlina. Bibirnya mendekati bibir Herlina, seolah maoe mentjioem, namoen sekali lagi Jhony berkelit dan malah mengoeloem telinga Herlina. Sementara itoe tangannya membawa tangan Herlina ke arah kemaloean Herlina.

“Main sendiri. Sana. Di depankoe. Aqoe pengen lihat lontekoe ngobok mekinya sendiri. Gih.”

Kisah Sexual Terbaru, Jhony laloe moendoer dan melepas tangan Herlina. Herlina diam sejenak, laloe dgn ragoe-ragoe moelai. Entah kenapa, biarpoen kata-kata Jhony tadi sangat meletjehkan kalo dallem keadaan normal, Herlina joestroe malah terangsang mendengarnya. Dia membebaskan boeah dadanya dari balik bajoe dan mentjoebit-tjoebit pentilnya yg mengentjang. Tangan satoenya lagi mengeloes-eloes bibir vagina.

“Kayak gini Mas?… Gimana… ah… ahhh… Lihat aqoe Mas…”

Jhony sendiri siboek mengotjok anoenya, sembari teroes ngomong.

“Ya. Teroes. Gitoe. Masoekin jarimoe ke sana. Jangan hanya satoe, namoen doea sekalian. Kobel teroes. Gimana. OEdah tahoe gimana rasanya jadi soendal? Enak?”

“Ah… ah… Mas lihatin aqoe… enak mas…“

“Mainin teroes toeh pentilmoe… jepit, tjoebit. Ah, sayg soesoemoe gak segede itoe. Kalo lebih gede kamoe boleh gigit-gigit sendiri toeh pentil. Remas teroes. Pentjet teroes.”

“Maafin kalo koerang gede Mas… oeh, oengh… Mas aqoe jangan dibiarin sendiri teroes dong… isep boeah dadakoe Mas…”

“Gak. Pokoknya aqoe maoe lihat kamoe sampe klimaks. Teroesin aja ngentot jari-nya.”

“Ah… ah… iya Mas… ini koeteroesin… engh…” Erangan Herlina diseling soeara betjek dari vaginanya yg dia obok-obok sendiri.

“Gimana Herlina? Soeka gak jadi lonte? Taoe tidak, aqoe langsoeng ngatjeng begitoe lihat kamoe yg dandan abis tadi. Sampe sekarang joega masih. Biarpoen tadi oedah, kayaknya sebentar lagi aqoe ngetjrot lagi.” Jhony teroes memantjing-mantjing Herlina.

“Aoehhh…. Engg… Hahh, iya, iya Mas, ah… ah…”

“Ini baroe di dallem roemah. TJoba kalo kamoe tadi keloear. Baygin orang banyak ngelihat kamoe. Apa tidak konak semoea mereka.”

Kisah Seksual Terbaru, Kata-kata Jhony memantjing khayalan Herlina. Jhony tak tahoe tadi Herlina sempat ada di loear sebentar, waktoe boeroe-boeroe pergi dari salon Meridha ke roemah. Tadi Herlina bersyoekoer tak kepergok siapapoen termasoek orang di kendaraan Mertjy hitam yg lewat. Sekarang dia membaygkan sendiri andai dia tadi kepergok. Boekan hanya oleh satoe orang, namoen banyak. Dan mereka semoea terangsang melihat penampilannya yg menggoda. Dan dia dikeroeboeti oleh mereka, dipegangi, ditelanjangi, dipaksa…

“AHH~!!” Bibir merah Herlina menganga, mengerang tertahan, selagi kepalanya tersentak ke belakang dan sekoejoer toeboehnya gemetar. Dia orgasme gara-gara khayalan tadi.

“Ah… hah… ah…” nafas Herlina tersengal-sengal sesoedah mentjapai klimaks. Jhony mendekati Herlina, setengah mati beroesaha menahan semboeran dallem penisnya, menarik Herlina, dan dgn lega menyemprotkan spermanya ke wajah Herlina yg bermake-oep tebal itoe.

“TJROTT…. TJROTT…”

Herlina terdoedoek di lantai. Dia maoe mengoesap tjairan lengket di wajahnya, namoen Jhony menahan tangannya.

“Biarin doeloe! Aqoe maoe lihat wajahmoe kayak gini!”

Kisah Dewasa Terbaru, Jhony melihat maninya berleleran melintang di pipi dan hidoeng Herlina. Wajah pelatjoer yg habis dientot. Dia merasa lebih soeka Isterinya yg versi ini.

“Ahh… Maass…” Herlina merengek. Entah kerana apa. Dan Jhony merasa masih koeat melanjoetkan. Namoen dia perloe istirahat sebentar—

“Gak pernah aqoe lihat kamoe seseksi ini,” kata Jhony. “Toeh, yg di bawah oedah pengen lagi.”

“Kamoe joega jadi lain, Mas…” Herlina bilang,

“Aqoe baroe tahoe… apa ini yg Mas dapat dari wanita-wanita lain itoe?”

Kisah Mesum Terbaru, Jhony sedikit kesal kerana Herlina masih joega mengoengkit-oengkit kebiasaannya, dan tak menjawab. Dia malah menyoeroeh Herlina menoengging di depannya. Herlina menoeroet, berharap Jhony melanjoetkan ronde 3. Biarpoen soedah orgasme satoe kali, Herlina masih ingin vaginanya dipenetrasi. Dia merasakan tangan Jhony di pinggangnya, sementara penis Jhony yg moelai tegang lagi menggosok-gosok bibir bawahnya.

 

“…masoekin dong Mas…” bisik Herlina.

“Apa?” Jhony poera-poera tidak mendengar.

“Masoekin dong Maaas,” rengek Herlina.

“Masoekin apa ke mana? Yg jelas dong?”

Herlina terdiam sebentar laloe berkata,

“Masoekin kontolmoe ke memekkoe Mas…” dgn maloe-maloe.

“Bagoes… kamoe oedah boleh ngomong kayak mereka,” tjeletoek Jhony, sembari menyodok memek Isterinya.

Herlina tak menjawab, dan hanya mendesah kerana nikmat. Namoen Jhony masih teroes berniat menggoda Isterinya. Sembari merapat ke poenggoeng Herlina, Jhony berbisik.

“Betjek amat di dallem sana, litjin. Hayo ngaqoe. OEdah dipake berapa orang kamoe hari ini, lonte?”

Kisah Bokep Terbaru, Herlina menggigit bibir, maloe kerana diledek Jhony. Dia mendengking waktoe Jhony menampar pantatnya. Namoen ternyata beberapa lama kemoedian Jhony mentjaboet boeroengnya dari kemaloean Herlina. Sebelom Herlina sempat protes, Jhony menggenggam satoe tangannya dan mendorong Herlina ke arah sofa sampai kepalanya bersandar di sofa. Herlina bertanya-tanya apa maoe Jhony, namoen dia langsoeng sadar ketika Jhony menowel-nowel loebang anoesnya…

“Mas? Mas Jhony maoe apa…?”

“Maoe merawanin pantatmoe…”

Kisah Ngentot Terbaru, Sesoedahnya, ada jeritan yg sampai terdengar oleh Meridha di roemah sebelah. Meridha tersenyoem poeas mendengar soeara berisik di roemah adik dan adik iparnya. Sarannya kepada Herlina oentoek tjoba beroebah menjadi seperti wanita-wanita yg gambarnya ada di HP Jhony sepertinya manjoer. Bagoeslah, pikirnya. Daripada Jhony bawa poelang penyakit ato anak haram, mendingan dgn Herlina. Orang yg tadi datang dgn Mertjy hitam baroe saja pergi dari salon Meridha, poeas dgn pelayanan Meridha dan memberi tips tjoekoep banyak. Meridha kembali memoelaskan lipstik di bibirnya; tadi lipstiknya terhapoes ketika dia memberi servis blowjob kepada si pengendara Mertjy.

Kisah Hot Terbaru, Satoe jam soedah berlaloe sedari Jhony poelang. Sekarang dia terlentang telanjang, mandi keringat, di roeang tamoe. Di dadanya bersandar Meridha yg awoet-awoetan, make-oep tebalnya loentoer sesoedah entah berapa ronde berperan sebagai pelatjoer demi Jhony. Dari loebang doeboernya yg terasa sedikit nyeri, mengalir sedikit benih Jhony yg tadi dikeloearkan Jhony di sana. Doea-doeanya terlaloe tjapek oentoek ngobrol atopoen merasa bersalah. Yg jelas, Herlina merasa tambah yakin Jhony tak akan perloe lagi jajan di loear. Dan sepertinya, Herlina sendiri joega menemoekan sisi baroe dallem dirinya…

Bersamboeng

Same category