Cerita Sex, Cerita Dewasa Terbaru, Terbaik 2017

Cerita Sex Teman Kerja Hamil Hot

Cerita nyata hot, cerita dewasa hamil, ngentot cewek hamil, kisah ml selingkuh, cewek hamil – Aku seorang pria yang sudah menikah dan bekerja di perusahaan swasta di Jakarta, suatu hari ada seorang wanita di mutasi dari kantor cabang ke kantor pusat tempatku kerja. Namanya Farah, orangnya cantik, kulitnya putih bersih, tinggi badan kira-kira 165cm, berdada montok. Aku suka curi-curi pandang untuk melihat kecantikan wajahnya.

Cerita Sex Teman Kerja Hamil Hot

Awalnya aku gak tau kalau dia sedang hamil karena dia suka pakai pakaian yang longgar-longgar, tapi setelah tahu kalau dia hamil aku tambah semangat untuk mendekatinya, karena menurutku wanita hamil lebih jauh sexi.

Dua hari setelah ketemuan kulihat Farah sedang murung, lalu kucoba untuk bertanya

“Kamu kog kelihatannya murung ada Fa?” tanyaku.
“Saudaraku ada yang sedang sakit dan diopname tapi aku belum sempat menjenguknya karena suamiku sibuk terus” jawabnya sedih.
“Gimana kalau tak anter” tawarku.
“Beneran mau nganterin aku…?” jawabnya.
“Iya bener, tapi aku minta bayaran lho..” godaku.
“Kog minta bayaran sih” jawabnya dengan muka cemberut.
“Bayar aku dengan ciuman…hahahaha” kataku sambil tertawa. Farahpun mencibir dan mencubit lenganku.

Singkat cerita setelah selesai mengantar Farah dari rumah sakit, aku nyetir mobil tanpa arah karena aku gelisah banget, pas berhenti lampu merah aku bertanya pada Farah.

“Bayarannya mau dibayar kapan nih Farah?” tanyaku.
“Kamu mintanya kapan” jawabnya singkat
“Ehmmm… kapan ya?
“Terserah kamu aja” jawabnya lagi.

Lampu lalu lintas sudah hijau kembali. Lalu kuarahkan mobilku ke daerah MT.Haryono menuju PN. Pas masuk pelataran PN, kulihat wajah Farah kelihat resah, kupegang tanganya dan aku berkata

“Kamu kenapa kog kelihatannya resah, kalau Farah ragu-ragu kita pergi aja ya..” Farah Cuma menggelengkan kepalanya dan menjawab
“Gak kog, aku gakpapa”

Setelah memarkirkan mobil kami langsung masuk ke kamar. Di dalam kamar aku langsung memeluknyadiapun membalas pelukanku kemudian bibir kami saling berciuman, cukup lama kami berciuman dengan posisi berdiri. Tanganku mulai mengelus lehernya dan turun untuk meremas toketnya. Terasa padet banget, memang kalau wanita sedang hamil, toketnya menjadi padet dan montok banget.

Lidahku pun tak mau diam kujilati dari telinganya dan lehernya. Sementara tanganku masih meraba dan meremas toket dan putingnya.
“Aaahhh…” desahnya.

Kemudian kugendong Farah dan kurebahkan di tempat tidur, kulucuti pakaiannya, Farah terlihat pasrah.Kini tinggal BH dan CD yang masih melekat di tubuh Farah. Terlihat perut Farah sangat sexi, usia kandungannya kira-kira 6bulan. Kuciumi dan kujilati perutnya sambil tanganku menelusup BH meremas dan memilin-milin putingnya.

Akupun lanats melepas BH nya, (Gila montok banget) ucapku dalam hati. Aku mulai menjilati putingnya yang sudah tegang banget tandanya dia sudah mulai terangsang. Tanganku merayap ke CDnya dan menggesek memeknya dengan jariku. Ternyata memeknya sudah basah oleh lender kenikmatan. Nafas Farah terdengar sangat memburu.

“Sssttt…Oooohhh…aahhh…” desahnya menahan nikmat. Kemudian CDnya kutarik ke bawah, telihat memek montok yang ditumbuhi rambut agak tebal.

Lidahkupun lantas bermain-main dengan memeknya. Kujiati bibir memeknya dan juga kujilati itilnya, baunya sangat harum. Belum pernah aku menyium bau khas yg seperti ini, dan juga ada rasa gurih-gurihnya lagi. Lidahku terus menjilai itilnya, kadang juga lidahku kumasukan ke lubang memeknya, sambil tanganku mengelus-elus perut buntingnya.

“Aahhh…sayang terus yank enak niiihh…” desahnya, sambil lidahku kumasukan maju mundur ke lubang memeknya.
“Sssttt…ooohhhh….” desahnya lagi

Farah semakin terangsang, dia memegang kepala dan meremas-remas rambutku saking nikmatnya. Aku merasa nafas Farah semakin terengah-engah tak beraturan dan tubuhnya mulai mengejang serta cengkraman di memeknya semakin erat. Jilatanku dan sodokan lidahku terus kupercepat dan akhirnya…

“Aaaahhhhh….teruuusss sayang aku mau keluaaarrrr….” jeritnya nikmat.
“Teriak aja Farah jangan ditahan suaranya, teriak yang kencang gak bakal ada yang denger” kataku dan Farah pun mulai berteriak kencang.

“Ooohhh sayanaaang, akuu keluaaaarrr…..” jeritnya. Akhirnya Farah mencapai klimaks juga, kuhisap dan kutelan semua lendir kenikmatan dari memek Farah.

Lalu kami berdua berpelukan dan kuciumi bibirnya sambil kuelus-elus perut buntingnya dan Farah berbisik padaku,

“Kujiati batang penismu ya mas…”
“Lakukan sesukamu Farah” kataku. Kemudian dia mulai menjilati kepala penisku sambil mengocok batang penisku. Sungguh benar-benar nikmat.
“aaahhh Farah enak sekaliii” desahku. Tapi lalu aku memegang kepalanya dan bilang
“Sudah sayang yang jilati penisku, kalau nanti crot dan masuk ke mulutmu gimana?”
“Gakpapa mas, aku pengen ngerasain pejuhmu.” Jawabnya. Sambil menjilati batang penisku. Dan kata-kata itu semakin membuatku bergairah.

Akhirnya kuangkat kepalanya dan kulumat lagi bibir tipisnya sambil kurebahkan badannya dalam posisi terlentang. Kunaiki dia, kuarahkan batang penisku untuk menembus lubang memeknya, dengan pelan kumasukan batang penisku ke memeknya, masih rapet juga nich… pikirku, padahal Farah sudah punya ank satu, tapi mungkin anak yang pertama keluarnya secara cesar, jadi memeknya masih rapet. Seksi banget tubuh Farah ketika kulihat dari atas dengan perut membusung seksi.

Dengan sedikit usaha akhirnya aku berhasil menjebol lubang memeknya. Tanganya mengenggap erat lenganku.

“Ooohhhh sayang hari ini aku milikmu” desah Farah.

Batang penisku tenggelam semua di lubang memeknya, Enak banget seperti ada yang mencengkram erat batang penisku, sampai aku mendesah kenikmatan. Kusodok pelan naik turun memek Farah, nikmat sih tapi agak mengganjal perut buncitnya. Lalu aku meminta Farah untuk ganti posisi supaya bisa leluasa gerakan yang kita bikin.

“Pindah posisi yuk sayank biar lebih nikmat” ajakku.

Lalu kuangkat tubuh Farah utuk bersandar di kepala kasur dan bawah bokongnya aku alasi bantal supaya lebih tinggi.

Sambil aku ciumi bibirnya, kumasukan lagi batang penisku ke lubang memeknya. Langsung “Sleeeep”

“Aaahhh lebih nikmat nih mas” katanya.

Aku juga merasakan demikian karena sudah tak terhalang oleh perut buncitnya. Setelah batang penisku masuk semua, aku diamkan beberapa detik,

“Kog berhenti kenapa mas?’ tanyanya.
“Aku ingin menikmati rasa ini dulu Farah” jawabku.

Setelah beberapa saat, aku mulai menggerakan pinggul perlahan, maju mundur dengan tempo yang beraturan.

Lidahku menjilat puting susunya dan tanganku yang sebelah meremas-remas toketnya. Lubang memeknya serasa mencengkram erat batang penisku. Nikmat banget deh rasanya nikmat banget, aku harus bisa ngatur nafasku supaya aku gak keluar dulu.

Tak lama tubuh Farahpun mengejang dan tanganya mencengkram erat lenganku tanda dia mau klimaks untuk yang kedua kalinya. Kupercepat sdokanku, semakin cepat… akupun juga merasa mau keluar isi dalam penisku
“Aduuuh maass…aahhh…enak banget maasss” desahnya manja.

“iya faa..aku juga merasakan hal yang samaaaa” balasku sambil terus menyodok memeknya.

Waktu aku merasa udah mau keluar lalu lidahku menyedot putingnya dan Farah mencengkramku semakin erat.

“Oooohhh maaasss….aku keluaarrr lagiiii” jerit nikmat Farah.

“Aku juga Faraaahhh..aahhhh “ kataku sambil menggenjot memeknya.

Akhirnya kami klimaks bersamaan, pejuhku menyembur di dalam memeknya, luar biasa nikmatnya. Kulumat bibri Farah dengan nafsunya,dan kupeluk Farah. Lalu Farah berkata padaku.

“Sumpah mas ni tadi nikmat banget, makasih ya”
“Iya Farah aku juga merasakan nikmat yang teramat sangat” kataku.

Setelah kami melepas lelah, kamipun lantas mandi bareng. Kusabuni tubuhnya dengan lembut dan daerah yang paling lama kusabuni adalah perutnya. Kuelus lembut, dengan gerakan memutar, kanan kiri, aku sangat menikmat sensasinya.

“Kamu suka dengan perut buntingku ya…?”
“Iya, aku suka banget sama wanita hamil” jawabku polos.
“Kalau aku sudah melahirkan, apa kamu masih suka sama aku?” tanyanya.

Kujawab dengan senyuman sambil menyiumi bibirnya. Kubasuh tubuhnya dan setelah itu kukeringkan dengan handuk. Setelah kami selesai mandi lalu kami pakai baju kembali dan kuajak dia untuk kembali ke kantor.
Empat kali aku ngesek sama Farah, sampai kandungannya berusia delapan bulan. Dan setelah Farah melahirkan, aku tak pernah lagi ngesek sama Farah, tapi hubungan kami tetap berjalan baik sampai saat ini. Cerita sex nyata, cerita dewasa, cerita mesum,cerita ngentot, ngentot cewek hamil, perkosa wanita bunting, binalnya cewek hamil.

Same category