Cerita Sex, Cerita Dewasa Terbaru, Terbaik 2017

Sabrina Si Model Binal

Sabrina Si Model Binal – Cerita Sex 2017 | Cerita Seks Terbaru | Cerita Dewasa Nyata | Cerita Sexual Hot | Sabrina , seorang peraga busana dan pemain peran kelas menengah, biasa kebagian peran pendukung, akan tetapi di umurnya yg masih muda belia, 25 tahun, dia sudah bisa menempati hunian yg terbilang mewah di kawasan elite dan sebuah jaguar sudah dimilikinya. Kalo hanya mengandalkan pendapatannya yg sebagai pemain peran belum tentu dia memiliki semua itu, tak lain dan tak bukan dgn menjadi ‘perempuan idaman lain’ seorang pejabat pemerintahan kaya dan berkuasa yg lebih pantas menjadi bokapnya. Dgn kecantikannya, ditopang rambut panjang sedada, bodi jangkung (172cm) dilengkapi kulit putih mulus, dan tampang Indonya yg mempesona, tentu saa bukan perkara sulit bagi dia menundukkan Pak Wahid , 54 tahun, dalam sebuah jamuan makan malam. Pak Wahid meski sudah berkeluarga,namu hubungan dgn isterinya hanyalah sebagai formalitas belaka, sama persis, isterinya pun suka selingkuh sana-sini sebagai efek karambol dari kehampaan hidup di tengah gelimang kemewahan harta duniawi, anak tunggal mereka yg sekolah di luar negeri juga terkenal akan hal yg tak jauh berbeda. Seperti kata pepatah buah jatuh tak jauh dari pohon nya. Tiga bulan sesudah pertemuan mereka, Pak Wahid  resmi mengangkat Sabrina  sebagai simpanannya.cerita sex terbaru

Sebagai perempuan simpanan, tugas utama Sabrina adalah memenuhi kebutuhan lendir Pak Wahid  yg mempuanyai kebiasaan melahap perempuan-perempuan muda seumurannya. Pak Wahid  memang gairah seksnya menggebu-gebu, tetapi staminanya yg sudah dimakan umur tak dapat lagi mengimbanginya, seringkali Sabrina  merasa kurang puas, tapi dia tak enak hati untuk mengatakannya terus terang. Libidonya yg cukup tinggi yg belum sepenuhnya terpuaskan oleh Pak Wahid  melibatkannya dalam beberapa skandal dgn oknum-oknum tertentu dalam lingkungan kerjanya seperti sutradara, fotografer, dan produser. Suatu hari Pak Wahid  sedang pergi ke luar negeri untuk urusan dinas sehingga meninggalkan Sabrina  selama dua minggu. Di saat yg sama Sabrina  menerima pinjaman sebuah COMPACT DISC dewasa dari salah seorang sohibnya. Alih-alih sedang sepi kerana tak ada job dan Pak Wahid  sedang tak ada, Sabrina  menyetel COMPACT DISC itu di kamarnya. Di film itu dia melihat seorang perempuan Asia yg cantik dan berwajah innocent sedang digagahi tiga orang lelaki negro bertampang sangar. Perempuan itu pada awalnya menolak tapi lama-lama dia terlihat semakin menikmati gangbang tiga ‘rakasa’ itu. Dgn agresifnya dia melayani ketiga kemaluan hitam, panjang, dan berurat sangar itu. Hingga akhirnya air mani ketiga lelaki itu muncrat membasahinya luar dan dalam, perempuan itu bahkan menelan air mani para lelaki itu serta  menjilati yg tercecer di bodynya.cerita seks terbaru

Tontonan itu membuat jantungnya berdebar-debar, dia sampai mencapai puncak kenikmatan kerana mengelus-elus kemaluannya. Dia mulai membaygkan bagaimana rasanya berhubungan body dgn orang-orang kasar dan lower class. Sepertinya ada sensasi lain yg timbul dari hubungan seperti itu kerana dia merasa jenuh dgn kehidupan seks yg begitu-begitu saja. Pemikiran seperti itulah yg dapat mengubah perilaku seksualnya, dia membaygkan sebuah kemaluan hitam panjang dan tentu saja keras bak baja menyetubuhinya disertai tangan-tangan kasar menggeraygi tubuhnya.

Dia menuju ke jendela, dan melihat ke bawah dari kamarnya di lantai dua, diperhatikannya Pak Soes, tukang kebunnya yg berumur 43 tahun sedang membersihkan mobil di halaman depan tempat tinggalnya. Lelaki itu membasuh mobil dgn tangannya yg kokoh, keringatnya terlihat mengucur membasahi dahinya, sesekali dia menyeka keringat itu dgn tangannya. Sungguh obsesi liar itu makin menggoda membuat jantungnya berdetak berduru  makin cepat seolah mengajaknya berpacu dalam gairah. Di hunian itu, selain Pak Soes, masih ada juga Mbak Jum, assistent rumah tangganya. doi masih mempertimbangkan kalo-kalo perempuan setengah baya itu mengetahui kalo dia membuat skandal. Sembari merenunginya, Sabrina  tiduran telentang di ranjang spring-bednya, tangannya mengelus-elus kemaluannya sembari terus membaygkan gairah liarnya, sampai akhirnya dia tertidur tanpa memakai celana.cerita dewasa terbaru

Sewaktu terbangun langit sudah menguning menunjukan jam sudah pukul 5.15 sore. Fantasi liar itu masih saja menghantuinya. Dia memikirkan sekian menit tentang niatnya itu, akhirnya dia membulatkan tekad untuk menjalankan fantasi liar yang brutal itu. Sabrina pun melepas seluruh pakaiannya lalu melilitkan handuk kuning ke tubuhnya. Dipanggilnya Pak Soes melalui intercom yg mengarah ke ruang belakang yg ditempati assistent.

“Pak Soes, tolong kesini sebentar, kran air disini macet nih keliatannya !”

Sebentar kemudian sudah terdengar ketukan di pintu, dgn dada makin berdebar-debar, Sabrina  membukakan pintu kamarnya. Muka Pak Soes langsung memerah bercampur gugup melihat penampilan seksi majikannya itu, paha jenjang yg putih mulus itu sungguh membuatnya menelan liur, belum lagi tonjolan dadanya yg membusung itu.

“Ayo Pak, tolong diliat krannya ada yg ga beres !” sahutnya seraya menarik lengan Pak Soes yg berotot itu dan mengajaknya ke kamar mandi.

Sabrina  sebisa mungkin untuk terus bersikap normal meski gairahnya meningkat, supaya tak memberi kesan murahan dan rendahan kepada tukang kebunnya itu. Sementara Pak Soes terlihat salah tingkah serta matanya sesekali mencuri pandang body seksi Sabrina  yg indah itu, ingin sekali dia melihat isi di balik handuk itu, gagang kemaluannya menggeliat kerananya.kisah sex terbaru

Di kamar mandi mewah yg ada layar bioskop-nya itu, Sabrina  duduk di tepi bathtub dan menyilangkan kakinya sehingga paha mulusnya semakin memperlihatkan keindahannya pada lelaki berkumis itu.

“Ini Pak, kran buat bathtubnya ga jalan, ga tau kenapa nih !” katanya

“ini Bisa kok Bu, ga ada yg rusak !” ucap lelaki itu sesudah memutar kran dan airnya mengalir seperti biasa.

“Ooohh…kalau begitu ya udah, soalnya tadi saya plintir-plintir berapa kali airnya ga keluar melulu sih, makasih ya Pak !” katanya seraya bangkit berdiri mau mengantarkan Pak Soes ke pintu.

Sabrina  yg berjalan duluan ke arah pintu dikejutkan oleh tarikan dari belakang yg menyebabkan handuk yg melilit menutup tubuhnya terlepas. Dia terkejut dan secara refleks menutupi bagian dada dan selangkannya menggunakan kedua tangan.kisah seks terbaru

“Aww…jangan kurang ajar, apa-apaan nih !” teriaknya pura-pura marah pada Pak Soes

Tetapi Pak Soes dgn cekatan segera menyambar kedua lengan Sabrina  lalu diangkat ke atas dan dikunci pergelangannya dgn telapak tangannya yg besar dan kokoh, selain itu lelaki itu juga memepet Sabrina  hingga punggungnya terpojok ke tembok dekat pintu kamar mandi. Gairah Pak Soes yg sudah lama tak bertemu dgn isterinya di kampung mendorongnya untuk bertindak lebih dulu sebelum Sabrina  memulai.

 

“Aahh, Ibu ini malu-malu, saya tau kok Ibu sengaja menggoda saya!” Pak Soes tertawa dekat wajah Sabrina .

Mata lelaki itu seperti mau copot memperhatikan tubuh telanjang Sabrina  yg indah sempurna, putih mulus tak bercacat, buah dadanya kencang dan montok dgn perut rata, pada pangkal pahanya nampak rambut-rambut hitam yg lebat menutupi daerah sensitif itu. Sabrina  sendiri mulai merasa seksi dan terangsang memamerkan tubuh telanjangnya di depan tukang kebunnya itu.kisah dewasa terbaru

“Pak…enngghh !” gumamnya sewaktu Pak Soes meremas buah dada kanannya

“Gini kan yg Ibu mau, mumpung Bapak nggak ada !” katanya dekat telinga Sabrina  sehingga dengus napasnya meniup telinga dan tengkuknya dan menaikkan gairah Sabrina .

“Lepaskan, Pak…eemmhhh !” kata-kata Sabrina  tak sempat terselesaikan kerana Pak Soes terlebih dahulu melumat bibir tipisnya dgn bibirnya yg tebal.

Rontaan Sabrina , yg pada dasarnya hanya pura-pura itu melemah kerana birahinya yg makin meninggi. Sewaktu Pak Soes melepas kuncian pada kedua pergelangannya, dia serta merta melingkarkan lengannya ke leher lelaki itu sembari membalas kulumannya dgn panas, lidah mereka beradu dan berkait, saling belit dan saling jilat.

Tangan Pak Soes bergerak ke belakang mengelus punggung, terus turun meremas bongkahan bokongnya. Sementara napas mereka sudah memburu dan terasa hembusannya pada wajah masing-masing. Ujung pentil Sabrina  yg berwarna kemerahan mengeras akibat gesekan-gesekan jari Pak Soes. Dia semakin terangsang, tanpa menghiraukan bau keringat dan mulut Pak Soes dia mencumbu lelaki itu dgn penuh gairah. Mulut Pak Soes kini mulai turun ke dagunya, lalu menurun lagi hingga bodynya membungkuk dan berhenti di buah dada kirinya. Ujung pentil itu dikenyotnya dgn gemas, dihisap dan sesekali digigit-gigit kecil manja sehingga Sabrina  makin bergairah.cerita mesum terbaru

“Sshhh…ahh… sudah jangan Pak !” desahnya.

Penolakan yg tak sungguh-sungguh itu malah memicu Pak Soes untuk mempergencar serangan-serangan erotisnya serta binalnya.

“Ohhh…eengghh !” lenguh Sabrina  panjang dgn tubuh bergetar sewaktu dirasakannya telapak tangan kasar itu menyentuh daerah kewanitaannya.

Pak Soes memainkan jari-jarinya pada bibir kemaluan majikannya itu membuat daerah itu basah. Sabrina  tersentak, tubuhnya serasa tersengat listrik ribuan volt sewaktu jari tukang kebunnya sudah masuk lebih dalam dan menyentuh klitorisnya. Tubuhnya seolah kehilangan tenaga, hanya bisa bersandar ke dinding dan pasrah atas perlakuan Pak Soes.

Kuluman Pak Soes kini merambat turun hingga dia berjongkok dan wajahnya tepat di depan kemaluan Sabrina . Dia diam mematung dan pasrah saja saat mulut tukang kebunnya menyentuh kemaluannya yg berbulu lebat. Lidah Pak Soes menyentuh bibir kemaluannya, sehingga tubuhnya bergetar, tanpa sadar Sabrina  juga menempelkan kemaluannya itu makin dekat ke mulut Pak Soes. Pak Soes menyedot-nyedot kemaluan Sabrina  dgn nikmatnya, lidahnya menyusup masuk mengais-ngais bagian dalam kemaluannya, sementara tangannya sibuk membelai paha mulus dan bokongnya yg bulat.esexeseks.com Sabrina  menahan nikmat sembari menggigit bibir dan meremasi rambut Pak Soes. Lidah hangat itu memain-mainkan klitorisnya sehingga rangsangan dari sana merambat ke seluruh tubuh Sabrina  membuat tubuhnya bergetar hebat tak karuan. Terbesit perasaan malu mengingat perbedaan status mereka yg demikian kontras, tetapi gairah akan kepuasan birahi mengalahkan semuanya, dia sudah tak peduli pada semua itu, toh dirinya juga sudah sering melakukannya, ini hanya sekedar variasi dari kehidupan seksualnya. Sabrina  kini menaikan satu kakinya ke pundak Pak Soes dan menikmati permainan lidahnya yg lihai. Sekitar sepuluh menit Pak Soes menggarap kemaluannya hingga tubuhnya mengejang dan kemaluannya mengeluarkan cairan kenikmatan. Pak Soes masih menjilati kemaluan Sabrina , cairan itu dia jilati dgn lahap seolah olah itu adalah es krim yang meleleh .cerita bokep terbaru

Puas melahap kemaluan majikannya, Pak Soes bangkit berdiri dan melepaskan pakaiannya satu-persatu. Sabrina  menatapi tubuhnya yg berotot kekar dgn kulit sawo matang itu, terlebih sewaktu Pak Soes melepaskan celana dalamnya, mata Sabrina  terpaku pada kemaluan yg sudah menegang sebesar pisang ambon itu. Pak Soes meraih tangan Sabrina  dan menggenggamkannya pada kemaluannya.

“Gimana Bu, dahsyat kan ukurannya, gimana dibanding sama punya Bapak ?”

Tanpa diperintah Sabrina  berlutut sehingga kemaluan itu menodong ke wajahnya, benda itu terasa keras sekali dan sedikit berdenyut-denyut. Tanpa malu-malu lagi, Sabrina  mulai menjilati kemaluan yg digenggamnya itu, buah zakar hingga ujung kemaluannya tak luput dari sapuan lidahnya, sesekali benda itu dibelai dgn pipinya sampai pemiliknya melenguh merasakan nikmat. Sesudah gagang itu basah dan mencapai ketegangan maksimal, dia mulai menjilati dan mencium bagian kepalanya yg seperti jamur itu, kemudian dia membuka mulutnya dan memasukkan gagang itu hingga mentok, itupun tak masuk seluruhnya kerana terlalu besar untuk mulut Sabrina  yg mungil. Kepalanya maju-mundur menghisap kemaluan hitam besar itu sembari tangan satunya memijati buah dadanya sendiri. Sebelum mencapai klimaks, Pak Soes menyuruh majikannya berhenti dan mengangkat tubuhnya hingga berdiri.

“tahan aja dulu Bu, jangan buru-buru, nanti kurang kerasa nikmatnya !” sergahnya

“Kita main di bathtube aja yah Pak, airnya udah penuh tuh !” ajak Sabrina  melihat ke arah bathtub yg airnya sudah mulai meluap.

Sabrina pun lalu berjalan ke arah bathtub, diambilnya sabun cair dari pinggir bak, ditumpahkan sedikit lalu diaduknya air itu dgn tangannya hingga berbusa. Keduanya pun masuk ke bathtub itu, bagi Pak Soes ini pertama kalinya dia merasakan mandi di kamar mandi mewah itu bersama perempuan secantik Sabrina ang mirip bidadari dari kayangan . Sabrina  duduk dan menyandarkan punggungnya pada tubuh Pak Soes yg mendekapnya dari belakang. Pak Soes lalu mengguyur wajah dan rambut majikannya itu dgn air hingga basah.

“Saya udah suka sama Ibu dari pertama ketemu dulu, apalagi kalo ngeliat Ibu di majalah atau di tivi, enak yah Bu jadi orang terkenal gini ?” ucap Pak Soes sembari membelai rambut panjang Sabrina .

“Ah, Bapak kan hanya liat dari luarnya aja, sebenernya dunia saya ini ga seindah itu kok Pak, bisa dibilang munafik, kita ngapain aja harus jaga image, susah jadi diri sendiri, hidup emang ga ada yg kurang, tapi masih belum sempurna, yah tapi ginilah Pak kalo kerja begini, mau gimana lagi !” jawab Sabrina  menghembuskan napas panjang.

“Ssshhh ahhhh yeah…!” desisnya lirih sewaktu tangan Pak Soes membelai buah dadanya di bawah air sana.

“Bu, Ibu pertama kali ngentot kapan sih ?” tanya Pak Soes lagi.

Cerita Sexual Terbaru

Sabrina  terdiam, teringat kembali mimpi buruknya dimasa lalu sewaktu masih SMA, keperawanannya direnggut seorang lelaki sohib sekolahnya yg lalu memutuskannya tak lama sesudahnya dan belakangan ketahuan bahwa lelaki itu memakai dirinya untuk taruhan dgn sohib-sohibnya tentang berhasil tidaknya mengambil keperawanan dirinya.

“Pak, tolong jangan ungkit masalah pribadi yah, saya ga suka” ucapnya dgn nada serius seraya menarik wajah Pak Soes dan mencium bibirnya untuk mengalihkan pembicaraan itu.

Lelaki itu membalas kuluman majikannya dgn ganas pula sembari meremas-remas buah dadanya. Sabrina  menggenggam kemaluan Pak Soes yg sudah mengeras di bawah air sana, memegangnya saja Sabrina  sudah gairah kerana keras dan tonjolan urat-uratnya terasa di tangannya. Dikocoknya gagang itu sebentar sebelum diarahkan menuju ke kemaluannya.

“Sshhh…eemmm…eenggaah !” desahnya sewaktu gagang itu melesak ke dalam kemaluannya.

Pak Soes pun sama-sama mendesah merasakan himpitan dinding kemaluan Sabrina  pada kemaluannya. Mulailah Sabrina  menaik-turunkan tubuhnya, dgn posisi demikian kemaluan itu lebih terasa tusukannya. Sembari menikmati genjotan, lidah Pak Soes berpindah-pindah pada telinga, leher, dan pundak Sabrina .

“Ssshh…oohh terus Bu !” Pak Soes menggeram, tangannya yg kokoh terus memijati buah dada majikannya.

Goygan mereka makin liar tak beraturan, terlihat dari air yg makin beriak, demikian halnya dgn desahan mereka yg makin menceracau. Sabrina  makin menekan-nekan tubuhnya seiring dgn puncak kenikmatannya yg hampir tiba. Klitorisnya makin bergesekan dgn kemaluan Pak Soes yg berurat itu sampai akhirnya dia tak bisa menahan diri lagi, tubuhnya mengejang dalam pelukan tukang kebun kepercayaannya itu.

“Aahhh…ahhh…saya sampai puncak Pak !” erangnya mengekspresikan kenikmatan luar biasa yg diraihnya, kenikmatan berbeda yg tak pernah dia dapatkan dari ‘swami maupun sohib-sohib kencan lainnya.

Pak Soes masih belum menunjukkan tanda-tanda klimaks, dia masih bersemangat menggenjot Sabrina . Mereka berganti posisi, sekarang Sabrina  duduk di bersandar bathtub itu sembari membuka kedua kakinya, tangannya berpegangan pada bibir kanan dan kiri bathtub. Sesudah memposisikan diri diantara kedua paha itu, kembali Pak Soes menusukkan senjatanya ke sarang kemaluan Sabrina . Lelaki itu maju-mundur sembari memegangi betis Sabrina , sentakkan tubuhnya menciptakan ombak mini di bak itu. Gumaman dan desahan keluar dari mulut Sabrina  menikmati sodokan Pak Soes yg demikian nikmatnya. Terkadang Pak Soes menggerakkan pinggulnya sehingga kemaluannya bergerak seperti mengaduk kemaluan majikannya.

Genjotan-genjotan Pak Soes begitu dahsyat sampai Sabrina  mendesah sejadi-jadinya mencurahkan segala hasrat liar yg selama ini terpendam.Urat di kening dan tubuh lelaki itu semakin menonjol yg berarti gairahnya sudah diubun-ubun.esexeseks.com Tiba-tiba dia menusukkan kemaluannya lebih dalam sembari mendesah panjang, beberapa kali senjatanya menembak di dalam rahim Sabrina . Sesudah itu frekuensi genjotannya makin turun dan turun hingga akhirnya dia menjatuhkan diri mendekap tubuh majikan cantiknya itu dgn kemaluan yang masih tertancap seperti bambu runcing yang menewaskan musuh. Mereka berpelukan mesra menikmati momen-momen pasca puncak kenikmatan itu, napas mereka yg menderu-deru terasa hembusannya.

“Gimana Bu, puas ga ?” tanya Pak Soes

Dgn wajah memerah, Sabrina  mengaku ini adalah permainan ternikmatnya kerana mengandung sensasi kasar dan liar yg belum pernah dia rasakan sebelumnya. Mendengar itu, Pak Soes juga tersenyum kerana dapat memuaskan nyonya majikannya itu. Mereka lalu mandi bersama, Pak Soes menggosok-gosok tubuh Sabrina  dgn telapak tangannya, sesekali dia remas lembut buah dada dan ujung pentilnya. Pundak, leher dan punggungnya juga digosok dan dipijati. Sabrina  merem-melek keenakan dibuatnya.

“Eemmhh…enak Pak jadi rileks nih” katanya sewaktu tukang kebunnya itu mengkramas rambutnya disertai pijatan lembut.

Sesudah memandikan majikannya, Pak Soes minta Sabrina  gantian memandikannya. Permintaan yg langsung diturutinya tanpa keberatan. Sabrina  memanjakan tukang kebunnya itu dgn pijatan-pijatan tangan halusnya, sesekali juga kemaluannya dikocok pelan. Sungguh Pak Soes nyaris tak mempercayai apa yg sedang dialaminya waktu itu, mimpipun dia tak pernah membaygkan bisa bercinta dgn perempuan secantik dan sekelas Sabrina . Pelayanan yg didapat dari isterinya di kampung yg biasa-biasa saja jelas berbeda jauh dari yg satu ini. Sabrina  juga melakukan Thai massage yaitu dgn menggosok-gosokkan buah dadanya ke punggung Pak Soes yg sudah licin oleh sabun.

“Asyik banget Bu, iya terus gitu mijitnya !” katanya sembari menggerakkan tangan ke belakang meremas bokong Sabrina .

Kemudian Sabrina  menjulurkan wajahnya di samping lelaki itu dan merekapun berkuluman lagi..

“Udahan yuk Pak mandinya !” kata Sabrina  sesudah merasa cukup berendam kerana airnya sudah mulai mendingin.

Dia berdiri dan meyiram shower ke tubuhnya untuk membersihkan busa-busa sabun, kemudian dia keluar dari bak dan melap tubuhnya dgn handuk.

“Aww…!!” jeritnya terkejut kerana tiba-tiba tubuhnya diangkat sewaktu sedang handukan.

“duh Bapak nakal ih !” senyumnya nakal dalam gendongan Pak Soes.

Tubuh Sabrina  kemudian dibawanya keluar kamar mandi dan baringkan  di ranjang, dia sendiri naik ke atas tubuh perempuan itu menindihnya.

“Boleh mulai sekarang saya panggil Ibu pake nama ?” tanyanya di dekat wajah Sabrina .

“Boleh aja, tapi tolong kalo di depan orang lain jaga sikap yah”

Habis menjawab kembali bibirnya dilumat oleh Pak Soes, tangan kasarnya kembali menjelajahi tubuh mulusnya. Kuluman itu mulai turun ke lehernya, sapuan lidahnya sempat terasa disana, kemudian pundak hingga ke buah dadanya. Desahan keluar dari mulutnya sewaktu Pak Soes menyapukan lidahnya pada ujung pentilnya, lelaki itu juga mengenyoti buah dadanya.

“Ahh…Pak…sakit !” rintihnya dgn mendorong kepala Pak Soes kerana lelaki itu menggigit ujung pentilnya dgn gemas sehingga meninggalkan bekas memerah.

Tetapi rasa sakit itu tertutup dgn sensasi nikmat yg mulai kembali melandanya. Secara bergantian lelaki itu melumat kedua buah dadanya sampai basah oleh ludahnya. Sabrina  merasakan kemaluan Pak Soes sudah keras lagi saat bersentuhan dgn pahanya. Tak lama kemudian Pak Soes memasukkan lagi kemaluannya ke dalam kemaluan Sabrina , dia menggenjotnya sembari menindih perempuan itu.

Sabrina  benar-benar mengakui kehebatan tukang kebunnya ini, betapa tak, tadi di kamar mandi baru saja orgasme tapi sekarang sudah siap tempur lagi. Lelaki itu mampu membuatnya melayg lebih tinggi, tak seperti ‘swami yg tak bisa memuaskannya secara penuh. Hubungan terlarang itu tetap berlanjut hari-hari berikutnya. Dua hari sesudah kejadian itu Sabrina  memberhentikan Mbak Jum agar bisa lebih leluasa melakukan kegilaannya. Sabrina  bahkan ingin mencoba berhubungan dgn orang-orang lower class lainnya yg baginya memberi sensasi tersendiri. Bagaimana petualangan Sabrina  selanjutnya ? apakah hal ini akan diketahui oleh Pak Wahid  kemudian ? Nantikanlah petualangan Sabrina  pada episode-episode mendatang

Same category